Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski perbankan mampu menjaga kinerjanya di awal tahun ini, rupanya harga saham sektor ini tetap saja terkapar sejalan dengan tekanan di pasar keuangan Indonesia. .
Pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat (24/4/2026), saham bank berkapitalisasi pasar jumbo alias big banks kompak parkir di zona merah. Pertama, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang dalam sepekan harganya turun hingga 5,84% menjadi Rp 6.050.
Sejalan dengan itu, BBCA mencatatkan net sell asing hingga Rp 2,39 triliun dalam periode yang sama.
Baca Juga: Pembiayaan Alat Berat BRI Finance Tumbuh 33% Meski Harga Batubara Turun
Padahal, baru juga hari lepas bank swasta terbesar ini mengumumkan capaian kinerjanya selama kuartal I-2026. Yang mana, laba bank dijaga tumbuh 3,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 14,1 triliun dan kreditnya naik 7,8% yoy menjadi Rp 760,2 triliun.
Namun jika dilihat secara historis, sejatinya pertumbuhan kinerja BCA memang lebih cukup landai.
Tak jauh berbeda, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terpantau terkoreksi 2,6% dalam sepekan menjadi Rp 4.500 dan net sell hingga Rp 1,16 triliun.
Pun, pekan ini Bank Mandiri baru mengumumkan capaian kinerjanya selama tiga bulan pertama 2026 dengan catatan pertumbuhan laba bersih hingga 16,6% yoy menjadi Rp 15,4 triliun dan kredit 17,4% yoy menjadi Rp 1.530 triliun.
Di sisi lain, dua big banks lainnya yang belum mengumumkan kinerja kuartal I-2026 justru mencatatkan tren yang relatif berbeda.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang menguat 1,62% dalam sepekan ke posisi harga Rp 3.770. Pun, asing nampak masih menyukai saham ini dengan catatan net buy senilai Rp 352,93 miliar dalam periode yang sama.
Sementara itu, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) justru jeblok 10,5% dalam sepekan menjadi Rp 3.070. Catatan net sell emiten ini juga membumbung menyentuh Rp 1,8 triliun.
Pada dasarnya, anjloknya saham big banks pada akhir perdagangan pekan ini tak lepas dari koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencapai 4,41% dalam sepekan menjadi 7.129 bps. Secara total, nilai net sell tercatat mencapai Rp 3,02 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













