kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Walau melambat, penyaluran kredit multiguna di sejumlah bank ini masih tumbuh positif


Kamis, 22 Agustus 2019 / 17:13 WIB
ILUSTRASI. Pelonggaran uang muka KPR


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Menurut Lani, kredit multiguna berkaitan dengan kredit pemilikan rumah (KPR) lantaran dijadikan sebagai agunan kredit multiguna. Berdasarkan pemantauannya, permintaan kredit baru memang lebih banyak berasal dari primary market namun dengan ticket size lebih kecil.

Sedangkan secondary market punya ticket size yang lebih besar. "Kami sedang coba balancing. Termasuk penerapan relationship based dan risk based pricing," lanjutnya.

Hingga akhir tahun, pihaknya optimis kredit konsumer masih memiliki ruang pertumbuhan.

Berbeda dengan BTN dan CIMB Niaga, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) justru mengatakan kredit multiguna (BNI Griya Multiguna/BGM) memang melambat.

Baca Juga: Smart SIM akan terintegrasi dengan uang elektronik TapCash milik BNI

Direktur Konsumer BNI Tambok P. Setyawati Simanjuntak hal tersebut terjadi secara industri di tahun 2019. Meski begitu, Ia mengaku tidak khawatir lantaran kredit porsi kredit multiguna masih sangat kecil jika dibandingkan dengan produk konsumer lainnya.

"Komposisi BGM tidak besar karena fokusnya di rumah pertama," katanya. Sayangnya, Tambok belum dapat merinci besaran pertumbuhan kredit multiguna perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×