kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.085   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.062   19,89   0,33%
  • KOMPAS100 796   5,37   0,68%
  • LQ45 604   4,45   0,74%
  • ISSI 210   -0,23   -0,11%
  • IDX30 341   2,05   0,60%
  • IDXHIDIV20 424   1,98   0,47%
  • IDX80 91   0,70   0,78%
  • IDXV30 116   0,47   0,41%
  • IDXQ30 110   0,62   0,57%

Walau meningkat, bankir memastikan NPL kredit UMKM masih terjaga


Minggu, 07 Maret 2021 / 18:06 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang Bank BNI, Jakarta, Kamis (21/1). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/21/01/2021.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Pun, rasio tersebut masih lebih rendah sedikit dari posisi Desember 2019 yang sebesar 1,98%. "Sektor yang menyumbang NPL terbesar yakni pertambangan dan penggalian, perikanan dan industri pengolahan," terangnya. 

Bank terbesar di Indonesia ini juga berkomitmen untuk menggawangi laju NPL agar bisa melandai. Tapi di sisi lain, BRI juga bakal terus mendorong penyaluran kredit. Terutama pada sektor yang masih tetap tumbuh, antara lain sektor pangan, pertanian, obat-obatan dan alat kesehatan.

Kembali pada data industri, OJK mencatat NPL kredit UMKM tertinggi terjadi pada kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan posisi 9,09% per 2020. Meningkat signifikan dari akhir tahun sebelumnya yang sebesar 7,88%. Sementara realisasi kredit UMKM BPD tercatat terkontraksi -6,11% yoy menjadi Rp 70,65 triliun.

Baca Juga: OJK dan IJK serahkan bantuan penanganan covid dan bencana sebesar Rp 4,29 miliar

Sekretaris Perusahaan PT BPD Sumatera Utara Tbk (Bank Sumut) Syahdan Siregar menyebut, sampai dengan periode Februari 2020 posisi NPL UMKM masih cukup terjaga di level 2,75%. Posisi itu praktis masih lebih rendah dibandingkan rata-rata industri maupun BPD. 

Sayangnya, Syahdan tidak menjelaskan secara rinci laju pertumbuhan NPL di perseroan. Yang jelas, menurutnya sektor ekonomi penyumbang NPL terbesar di UMKM saat ini adalah perdagangan besar dan eceran.

Adapun, merujuk pada data OJK total NPL UMKM di sektor perdagangan besar dan eceran tercatat sebesar 3,35% akhir tahun lalu. Sedikit meningkat dari tahun 2019 yang sebesar 3,37%. Walau terbilang rendah dari sisi NPL, wajar kalau sektor ini menjadi penyumbang terbesar NPL. Sebab, sektor perdagangan memang mendominasi kredit UMKM dengan realisasi sebesar Rp 505,33 triliun atau sekitar 49,46% dari total kredit UMKM. 

Selanjutnya: Meski masih tertekan, Bank bakal terus memacu kredit modal kerja di sepanjang 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×