Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli
Efdinal mencatat NPL kredit ritel Bank Oke per akhir Februari berada di level 2,15%. Sementara, jika portofolio kredit kepada institusi keuangan bank diperhitungkan gross NPL Bank Oke per akhir Februari ada di level 2.10%.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan pun juga bilang pihaknya turut melakukan monitor ketat dalam kondisi ekonomi saat ini. Di mana, potensi kenaikan NPL di industri bagi Lani sangat mungkin.
“Bukan hanya karena default oleh nasabah tetapi juga karena balances yang relatif tidak tumbuh,” ujar Lani.
Lani mencontohkan apa yang terjadi di CIMB Niaga ketika saat ini kredit segmen ritel relatif tidak tumbuh. Alhasil, secara rasio NPL bisa berpengaruh negatif.
Baca Juga: Tak Masuk Kriteria Pemutihan Utang UMKM, Bagaimana Nasib Kredit Macet di KUR?
“Kami waspada di seluruh segment. Walaupun saat ini semua segment ter-control baik dengan NPL di level 1,8%, “ tambah Lani.
Sependapat, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn bilang pihaknya melakukan monitoring risiko konsentrasi kredit termasuk penggunaan limit kredit dan kualitas portofolionya.
Ditambah, pihaknya juga melakukan evaluasi sektor industri dengan pertimbangan prospek atau kinerja usaha dan penetapan limit untuk pembiayaan tertentu yang disesuaikan dengan tingkat risiko.
Baca Juga: Nasib Kredit Macet di KUR yang Tak Masuk Kriteria Penghapus Utang UMKM
“BCA senantiasa mencermati perkembangan perekonomian dan pola konsumsi setelah periode Lebaran guna memastikan pertumbuhan kredit berkelanjutan yang berkualitas,” tandasnya.
Selanjutnya: Kinerja Vale Indonesia (INCO) Diproyeksi Positif di 2025, Cermati Rekomendasi Analis
Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News