kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

WeChat Pay masuk pasar, ini strategi LinkAja


Jumat, 17 Januari 2020 / 14:28 WIB
WeChat Pay masuk pasar, ini strategi LinkAja
Haryati Lawidjaja, Direktur Operasi LinkAja.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Besarnya kue pasar uang elektronik Indonesia mengundang pemain dalam maupun luar negeri mengecap bisnisnya. Yang terbaru, WeChat, uang elektronik asal China masuk ke Indonesia menggandeng PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Kendati berebut pasar dari pemain dalam maupun luar negeri, PT Fintek Karya Nusantara sebagai pemegang izin operasional uang elektronik LinkAja merasa tidak terusik dengan kehadiran pemain baru.

Chief Marketing Officer LinkAja Edward K Suwignjo mengatakan spektrum pasar uang elektronik di Indonesia sangat besar. Mulai dari layanan kebutuhan sehari-hari (daily essential) hingga gaya hidup (lifestyle). Ia bilang kekuatan LinkAja dibandingkan pemain lain adalah menggarap pasar yang melayani kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Cegah pencucian uang dan pendanaan terorisme, LinkAja gandeng Ditjen Dukcapil

“Tempat kita (LinkAja) use case emang kebutuhan sehari-hari, Pertamina, commuter, Gojek, dan lain. Sedangkan pemain lain banyak di lifestyle. Jadi persaingan pasti ada. Tapi sebetulnya kita bersaing dengan uang tunai. Bukan satu pemain ke yang lain. Tapi dari cash ke cashless secara bersama,” ujar Edward di Jakarta, Jumat (17/1).

Direktur Operasi LinkAja Haryati Lawidjaja menyatakan strategi yang akan dijalani uang elektronik pelat merah itu akan tetap fokus dengan pengguna. Oleh sebab itu, LinkAja akan meningkatkan dan meluncurkan layanan yang membuat pengguna lebih nyaman menggunakan LinkAja.

“Jadi bukan ngomongin kompetitor tapi lihat pengguna kita. fokus kita di customer kita. Kita ingin user kita lebih nyaman aman dalam bertransaksi. bisa menggunakan semua layanan kita yang saat ini terus berkembang,” jelas Fey panggilan Haryati.


Tag



Close [X]
×