Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menerapkan strategi diversifikasi, seiring ditahannya suku bunga Bank Indonesia (BI) di level 4,75% dan tren kenaikan yield obligasi.
Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa mengatakan aspek ditahannya suku bunga dan kenaikan yield obligasi cukup berpengaruh terhadap pendanaan perusahaan, baik dari perbankan maupun pasar modal. Dia menjelaskan pergerakan suku bunga dan yield menjadi faktor kunci dalam menentukan margin dan pricing pembiayaan.
"Selama suku bunga belum turun atau masih ditahan dan yield obligasi masih tinggi, ruang penurunan cost of fund bagi dunia usaha masih terbatas," ucapnya kepada Kontan, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: Pembiayaan Alat Berat Adira Finance Tembus Rp136 Miliar di Tengah Tekanan Batubara
Melihat kondisi tersebut, Cincin menyampaikan perusahaan menerapkan strategi pendanaan yang lebih prudent dan terdiversifikasi. Dia bilang WOM Finance tetap berupaya menjaga daya saing dengan melakukan penyesuaian pricing secara selektif, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan kualitas portofolio.
Terkait tren bunga yang diberikan kepada debitur, Cincin mengatakan hal itu dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya cost of fund yang diperoleh perusahaan hingga tingkat persaingan bisnis.
Hingga saat ini, dia bilang perusahaan masih melakukan kajian secara mendalam mengenai tingkat suku bunga yang diberikan kepada debitur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










