kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.020   61,00   0,34%
  • IDX 5.864   -38,51   -0,65%
  • KOMPAS100 775   -7,35   -0,94%
  • LQ45 587   -2,91   -0,49%
  • ISSI 201   -0,79   -0,39%
  • IDX30 334   -0,67   -0,20%
  • IDXHIDIV20 415   1,61   0,39%
  • IDX80 88   -0,61   -0,69%
  • IDXV30 111   -0,11   -0,10%
  • IDXQ30 108   0,57   0,53%

Pembiayaan Alat Berat Adira Finance Tembus Rp136 Miliar di Tengah Tekanan Batubara


Minggu, 26 April 2026 / 12:29 WIB
Pembiayaan Alat Berat Adira Finance Tembus Rp136 Miliar di Tengah Tekanan Batubara
ILUSTRASI. Pembiayaan alat berat Adira Finance capai Rp136 miliar per Maret 2026. Diversifikasi sektor jadi kunci agar tak terpengaruh batubara. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat total pembiayaan alat berat sebesar Rp 136 miliar per Maret 2026 di tengah dinamika rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batubara serta penurunan harga komoditas.

Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani mengatakan, nilai pembiayaan alat berat tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski kontribusinya masih relatif kecil terhadap total pembiayaan perusahaan.

"Portofolio pembiayaan alat berat Perusahaan tersebar di berbagai sektor produktif, sehingga tetap terdiversifikasi dan tidak bergantung pada satu industri tertentu, termasuk batubara," ujarnya kepada Kontan, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga: OJK Perpanjang Kewajiban Pelaporan SLIK Asuransi hingga 2027, Ini Alasannya

Karena itu, penurunan average selling price (ASP) batubara sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja pembiayaan alat berat perseroan.

“Seiring dengan penurunan ASP batubara, dampaknya terhadap perusahaan masih relatif terbatas karena didukung oleh kontribusi dari sektor lain,” lanjutnya.

Untuk mengantisipasi potensi perlambatan di sektor komoditas, Adira Finance terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Perusahaan juga memperkuat strategi diversifikasi ke sektor lain guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Menatap ke depan, pembiayaan alat berat akan tetap dikembangkan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan peluang di berbagai sektor produktif serta kondisi pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×