Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menargetkan laba bersih sebesar Rp 175 miliar pada akhir 2026. Direktur WOM Finance Paulus Cholot Janala menerangkan WOM Finance meraih laba bersih sebesar Rp 96,72 miliar pada Semester I-2026, atau tumbuh signifikan sebesar 14,10% Year on Year (YoY).
Adapun pertumbuhan laba tersebut tak terlepas dari pertumbuhan total pendapatan sebesar 5,2% YoY, menjadi Rp 1,11 triliun pada Semester I-2026. Selain itu, ditopang juga piutang pembiayaan bersih perusahaan yang juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,2% YoY, menjadi Rp 6,4 triliun pada Semester I-2026. Atas dasar itu, WOM Finance masih terus berupaya mengejar target laba bersih di sisa tahun ini lewat sejumlah strategi.
"Target laba bersih Rp 175 miliar on progress, kami masih kejar itu tahun ini," kata Paulus dalam public expose di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Cetak Net Buy, Big Banks Kompak Menghijau di Akhir Perdagangan Pekan Ini
Lebih lanjut, Paulus menerangkan pihaknya menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan kinerja sepanjang 2026. Dia bilang strateginya memperluas jaringan bisnis ke wilayah Indonesia Timur Yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Hal itu juga ditujukan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai perusahaan pembiayaan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, dia bilang pihaknya juga terus meningkatkan kerja sama dengan mitra strategis perusahaan melalui berbagai program, serta menghadirkan skema insentif yang menarik untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis melalui pendekatan yang kolaboratif dan segmentasi pasar yang tepat sasaran.
"Kami juga terus memperkuat sinergi dengan ekosistem Maybank Group di Indonesia dalam rangka mendorong pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan, serta meningkatkan pembiayaan pada usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan tetap berfokus pada kualitas portofolio yang sehat," tuturnya.
Paulus mengatakan WOM Finance juga fokus melakukan penetrasi pasar syariah lewat produk HajiKu melalui kerja sama dengan mitra strategis dan ekosistem syariah untuk mendorong pertumbuhan bisnis, serta fokus pada penguatan ekosistem digital berbasis aplikasi untuk meningkatkan efisiensi di proses akuisisi dan meningkatkan customer experience.
WOM Finance juga terus melakukan berbagai evaluasi dan perbaikan di internal secara bersinambungan terhadap proses inisiasi kredit dengan melakukan evaluasi kebijakan dan prosedur, serta mengembangkan sistem credit scoring untuk meningkatkan akurasi analisis risiko kredit scoring yang lebih akurat.
Ditambah, melakukan pelatihan secara terstruktur, terpadu, dan bersinambungan baik dengan metode offline maupun online melalui digital platform yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan mendorong produktivitas dalam rangka pencapaian target perusahaan.
Baca Juga: Laba Jamkrindo Melonjak 34,70% Menjadi Rp 743,23 Miliar pada Semester I-2026
Sementara itu, Paulus menerangkan ada sejumlah tantangan yang dihadapi hingga akhir tahun ini. Dia bilang tantangannya ketidakpastian ekonomi global dan domestik, ketatnya persaingan bisnis multifinance, tren kenaikan suku bunga, hingga pelemahan nilai tukar Rupiah yang berpotensi meningkatkan harga barang.
Selain laba, Direktur WOM Finance Cincin Lisa menyampaikan pihaknya juga menargetkan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp 6,3 triliun hingga akhir 2026, kemudian total aset sebesar Rp 7,8 triliun, total ekuitas sebesar Rp 2,1 triliun. Adapun Non Performing Financing gross dan net perusahaan ditargetkan bisa mencapai 2,3% dan 0,9% pada akhir tahun ini, serta Return on Assets (RoA) dan Return on Equity sebesar 8,7%.
Mengenai capaian kinerja pada Semester I-2026, Cincin mengungkapkan WOM Finance berhasil mencatatkan piutang pembiayaan bersih sebesar Rp 6,4 triliun, atau meningkat 5,2% YoY. Total pendapatan tercatat sebesar Rp 1,1 triliun, atau meningkat 5,2% YoY. Adapun total ekuitas perusahaan tumbuh sebesar 7,3% YoY, menjadi Rp 2,0 triliun pada Semester I-2026.
Cincin juga menerangakn WOM Finance mencatatkan RoA sebesar 3,2%, dengan RoE sebesar 9,8% pada Semester I-2026. Dia bilang NPF gross dan net perusahaan berada di level 2,53% dan 1,13% pada Semester I-2026.
Cincin menerangkan pencapaian pada Semester I-2026 merupakan refleksi dari komitmen WOM Finance dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan profitabilitas. Di tengah dinamika industri pembiayaan, dia bilang pihaknya terus memperkuat fundamental perusahaan melalui pengelolaan risiko yang disiplin, peningkatan kualitas portofolio pembiayaan, serta optimalisasi layanan kepada pelanggan.
"Pertumbuhan laba, piutang pembiayaan, aset, dan ekuitas menjadi fondasi yang makin memperkuat posisi WOM Finance untuk melanjutkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan hingga akhir tahun," ungkap Cincin.
Baca Juga: Porsi Pembiayaan Produktif Fintech Lending Turun Per Juni, Kian Jauh dari Target OJK
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
