Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menilai masih terbuka peluang bagi lini asuransi engineering atau rekayasa untuk bertumbuh hingga akhir tahun ini.
Meski ada peluang, Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe memperkirakan pertumbuhannya kemungkinan lebih selektif dan tidak merata.
Dody menyebut peluang itu terbuka dari masih adanya aktivitas investasi di sektor riil. Pada semester I-2026, realisasi investasi nasional, antara lain berasal dari industri logam dasar, pusat data, pertambangan, transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri.
"Bagi industri engineering insurance, faktor itu menjadi penting karena basis pasar tidak hanya berasal dari proyek pemerintah," katanya kepada Kontan, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: Strategi Prudential Indonesia Perkuat Produktivitas Agen untuk Dorong Kinerja Bisnis
Ke depannya, Dody menambahkan peluang peningkatan kinerja asuransi engineering dapat berasal dari industrial investment dan manufacturing, termasuk pembangunan fasilitas produksi. Selain itu, dia bilang pembangunan data center dan digital infrastructure juga bisa menjadi peluang karena membutuhkan proteksi sejak tahap konstruksi hingga operasional.
Dody menerangkan energy transition dan renewable energy, seperti pembangkit energi baru terbarukan dan proyek pendukungnya juga bisa menjadi peluang.
Tak cuma itu, dia bilang peluang juga datang dari pembangunan kawasan industri dan pergudangan atau logistik, serta pertambangan dan downstreaming sepanjang proyek memenuhi prinsip prudent underwriting.
"Ditambah, adanya proyek infrastruktur dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun project financing, serta proyek ekspansi atau refurbishment sering kali memiliki kebutuhan engineering meskipun bukan proyek pembangunan baru," ungkapnya.
Oleh karena itu, Dody memproyeksikan peluangnya sampai akhir tahun lebih tepat dilihat sebagai recovery yang berbasis sektor dan proyek, bukan pemulihan secara menyeluruh pada semua segmen engineering.
Sebagai informasi, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini asuransi engineering atau rekayasa terkontraksi 14,1% secara tahunan atau Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 2,37 triliun pada semester I-2026.
Baca Juga: Simpanan Valas Melonjak 19,8%, Nasabah Makin Banyak Pegang Dolar Ketimbang Rupiah?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














