kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Zurich Sebut Inflasi Medis Jadi Tantangan bagi Industri Asuransi Kesehatan


Senin, 02 Maret 2026 / 17:13 WIB
Zurich Sebut Inflasi Medis Jadi Tantangan bagi Industri Asuransi Kesehatan


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich Asuransi Indonesia menyebut fenomena inflasi medis yang terjadi belakangan ini menjadi salah satu tantangan dan perhatian industri asuransi, khususnya yang bergerak di lini asuransi kesehatan.

Meskipun demikian, Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja Negara melihat bahwa dinamika tersebut sebagai bagian dari perkembangan sektor kesehatan. 

"Untuk menyikapi kondisi tersebut, kami terus berupaya menjaga stabilitas layanan melalui pengelolaan risiko dan efisiensi operasional agar dapat melindungi nasabah dengan optimal," katanya kepada Kontan, Senin (2/3).

Lebih lanjut, Edhi berpendapat dinamika biaya hingga perubahan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat masih akan menjadi tantangan yang dihadapi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. Meskipun demikian, dia menyampaikan Zurich akan terus berfokus pada peningkatan pelayanan untuk menjaga kualitas perlindungan bagi nasabah.

Baca Juga: Adira Finance (ADMF) Rilis Obligasi dan Sukuk Rp 2,5 Triliun, Bunganya Hingga 5,95%

Terkait rasio klaim kesehatan, Edhi menerangkan tingkat rasio klaim asuransi kesehatan Zurich Asuransi Indonesia pada 2025 terbilang terkendali, serta sesuai dengan rencana dan profil risiko perusahaan. Sayangnya, tak disebutkan nilai rasio klaim asuransi kesehatan.

Dia hanya bilang terkendalinya rasio klaim juga tak terlepas dari kinerja pendapatan premi bruto asuransi kesehatan Medicillin dari Zurich yang tumbuh sekitar 40% secara Year on Year (YoY) pada Januari 2026.

Untuk menjaga rasio klaim asuransi kesehatan tetap sehat, Edhi menyampaikan pihaknya berupaya mengoptimalkan manajemen klaim berbasis digital hingga menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan jaringan rumah sakit, serta mendorong program kesehatan preventif bagi nasabah.

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sempat menyebut inflasi medis menjadi salah satu faktor utama yang membuat premi asuransi kesehatan industri tertekan dan rasio klaimnya meningkat. 

Asal tahu saja, pendapatan premi asuransi kesehatan di asuransi umum terkontraksi 20,9% YoY, menjadi Rp 9,35 triliun per akhir 2025. Tercatat, rasio klaim asuransi kesehatan di asuransi umum sebesar 67,3% per akhir 2025, atau meningkat dibandingkan per akhir 2024 yang sebesar 58,2%. 

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan tantangan yang dialami lini asuransi kesehatan memang terasa berat belakangan ini, seiring masih tingginya medical inflation atau inflasi medis. Hal itu juga memengaruhi premi yang dibayarkan perusahaan asuransi kepada perusahaan reasuransi untuk cover risiko di lini asuransi kesehatan.

"Akibat dari medical inflation di depan (perusahaan asuransi), mendorong adanya peningkatan harga yang cukup signifikan dibayar. Otomatis premi ke reasuransinya juga menjadi bertambah," ungkapnya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (20/2).

Budi menambahkan inflasi medis yang membuat rasio klaim kesehatan meningkat juga berdampak pada perusahaan asuransi umum yang menjual produk asuransi kesehatan. Dia bilang ada perusahaan asuransi umum yang mundur menjual produk asuransi kesehatan karena premi yang diperoleh tak sebanding dengan klaim yang dibayarkan.

"Jadi, memang dibanding tahun lalu, penurunan terjadi karena ada perusahaan asuransi yang sudah tidak menjamin lagi asuransi kesehatan. Dengan demikian, angkanya secara signifikan memengaruhi terhadap pertumbuhan," ucapnya.

Selain itu, Budi bilang penyebab lain perusahaan mundur karena tak mampu bersaing dengan perusahaan besar yang memang sama-sama menjual produk asuransi kesehatan.

Baca Juga: Kontribusi Premi Bancassurance Capai 20%, Zurich Life Perkuat Kolaborasi Bank

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×