kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.893   -77,00   -0,45%
  • IDX 7.414   76,73   1,05%
  • KOMPAS100 1.034   13,62   1,33%
  • LQ45 759   8,55   1,14%
  • ISSI 260   3,09   1,20%
  • IDX30 402   4,30   1,08%
  • IDXHIDIV20 496   2,86   0,58%
  • IDX80 116   1,50   1,31%
  • IDXV30 135   1,47   1,10%
  • IDXQ30 130   1,07   0,83%

Zurich Syariah Cermati Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Asuransi Umrah


Selasa, 10 Maret 2026 / 12:12 WIB
Zurich Syariah Cermati Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Asuransi Umrah
ILUSTRASI. Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memanasnya konflik di Timur Tengah berpotensi mempengaruhi perjalanan ibadah umrah dan haji, termasuk bisnis asuransi perjalanan yang melindungi jemaah selama menjalankan ibadah di luar negeri.

Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) Hilman Simanjuntak menyebut, pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari nasabah yang terdampak situasi di Timur Tengah. Meski begitu, proses klaim akan tetap diproses sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.

“Yang pasti dari sisi klaim (asuransi umrah) sudah ada beberapa laporan yang masuk dari nasabah yang terdampak kejadian di Timur Tengah. Proses klaim akan berjalan sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku,” ujar Hilman, dalam media gathering Zurich, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya

Ia menjelaskan, dalam situasi seperti ini perusahaan lebih memprioritaskan perlindungan bagi nasabah, khususnya mereka yang telah berada di lokasi perjalanan ibadah.

Hilman bilang, Zurich Syariah aktif berkoordinasi dengan berbagai mitra, seperti agen perjalanan umrah dan haji serta asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah, guna memastikan nasabah mendapatkan informasi terkini terkait kondisi di lapangan.

Selain itu, perusahaan turut memberikan informasi penting kepada nasabah, termasuk terkait peringatan perjalanan (travel warning) yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.

Dari sisi bisnis, Hilman mengakui ketegangan geopolitik berpotensi mempengaruhi minat masyarakat untuk melakukan perjalanan umrah dalam waktu dekat. Sebagian calon jemaah dinilai bisa saja menunda keberangkatan karena mempertimbangkan faktor keamanan.

“Bisa saja ada sebagian masyarakat yang merasa ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan umrah. Itu sangat wajar,” ujarnya.

Meski demikian, hingga awal tahun ini dampak terhadap kinerja bisnis asuransi perjalanan syariah belum terlihat signifikan. Hal ini lantaran konflik tersebut baru terjadi belakangan, sementara pada Januari lalu bisnis masih mencatatkan pertumbuhan.

“Kalau dari sisi bisnis sejauh ini masih terlihat ada pertumbuhan karena perangnya baru mulai. Dampak langsungnya kemungkinan baru bisa terlihat setelah kuartal pertama,” jelas Hilman.

Baca Juga: Daya Beli Terganggu: MUF Waspadai Pembiayaan Kendaraan 2026

Ia menambahkan, pertumbuhan bisnis asuransi perjalanan umrah dan haji syariah pada dasarnya sangat bergantung pada jumlah jemaah yang berangkat setiap tahunnya.

Menurutnya, produk asuransi perjalanan umrah dan haji syariah merupakan salah satu produk unggulan perusahaan yang diharapkan dapat terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan perjalanan ibadah.

Di luar faktor konflik yang terjadi di Timur Tengah, klaim asuransi perjalanan umumnya masih didominasi oleh gangguan perjalanan, seperti keterlambatan atau perubahan jadwal penerbangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×