kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.528   6,28   0,10%
  • KOMPAS100 850   0,63   0,07%
  • LQ45 643   1,99   0,31%
  • ISSI 229   -0,74   -0,32%
  • IDX30 360   1,39   0,39%
  • IDXHIDIV20 440   2,31   0,53%
  • IDX80 97   0,12   0,13%
  • IDXV30 122   0,16   0,13%
  • IDXQ30 114   0,71   0,63%

Analis: Sudah saatnya asuransi investasi ke saham


Rabu, 06 Maret 2013 / 14:56 WIB
ILUSTRASI. Makanan Yang Bisa Membantu Meningkatkan Gairah Pada Wanita


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa

JAKARTA. Analis menilai, perusahaan asuransi harus berani menempatkan portofolio investasinya langsung ke pasar modal. Sebab, hingga saat ini, porsi investasi mereka, khususnya asuransi jiwa terhitung masih sedikit.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), sekitar 60% portofolio mereka mengalir ke reksadana. Kemudian sisanya baru murni dari saham, obligasi, serta deposito.

Vice President Head of Equity Research Danareksa Sekuritas, Chandra Pasaribu, usai Seminar HUT ke-33 Media Asuransi, di Hotel Borobudur, Rabu, (6/3) menilai sudah waktunya perusahaan asuransi menaikkan keberaniannya mengambil risiko investasi.

Terlebih, karena inmbal hasil yang diperoleh dari produk bank sudah kurang menarik. “Dulu, asuransi dimanjakan dengan bunga yang tinggi, tapi sekarang? Tingkat return dari produk itu hanya berkisar 4%-5%. Secara otomatis, harus ada perubahan portofolio ke aset yang memberikan untung lebih tinggi,” sarannya.

Menurutnya, untuk mengontrol tambahan risiko yang sepadan dengan imbal balik yang dihasilkan, perlu ada proses pembelajaran. Asuransi juga harus memiliki struktur tim investasi yang kuat dalam tubuh perusahaan.

“Selain itu, tantangan asuransi saat ini adalah menyeimbangkan Risk Based Capital (RBC) dan menyelaraskan tujuan sesuai investasi,” ungkapnya. Ini karena tiap perusahaan asuransi pasti mempunyai target return investment. Hal tersebut digodok dalam investment policy.

Ia menilai, perusahaan asuransi terlalu banyak membicarakan klaim dan belum banyak menyentuh sisi investasi. Dalam neraca, klaim masuk ke dalam liabilities, lalu investment masuk ke dalam aset. “Balance sheet harus seimbang,” ujarnya.

Perlu diketahui, asuransi banyak memilih investasi ke aset yang berisiko rendah karena mereka juga harus berjaga-jaga andaikata ada lonjakan klaim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×