kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.610
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS601.968 -0,33%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Beban multifinance naik 6,8% jadi Rp 81,04 triliun hingga akhir 2017

Selasa, 06 Februari 2018 / 21:39 WIB

Beban multifinance naik 6,8% jadi Rp 81,04 triliun hingga akhir 2017
ILUSTRASI. Indosurya Finance
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beban yang dipikul industri multifinance masih merangkak naik. Tercatat, hingga akhir 2017 meningkat 6,8% ke posisi Rp 81,04 triliun. Namun, pelaku industri pembiayaan memiliki kiat khusus guna menekan beban agar tak membengkak.

Dalam ikhtisar laporan keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, beban multifinance terbagi dua: yakni beban operasional dan beban non operasional.

Rinciannya, dalam beban operasional terdapat beban bunga yang harus dibayarkan multifinance sebesar Rp 25,49 triliun. Angka itu naik 4,8% dari periode sama tahun 2016 sebesar Rp 24,32 triliun.

Sementara, beban tenaga kerja juga terkerek 11,02% menjadi Rp 17,62 triliun sampai akhir 2017. Sedangkan tahun 2016, beban tenaga kerja yang dibayarkan multifinance sebesar Rp 15,87 triliun.

Kemudian beban pemasaran naik 13,7% sebesar Rp 4,56 triliun. Lalu, dari sisi beban non operasional juga terlihat naik 92,6% menjadi Rp 2,08 triliun secara year on year (yoy).

Managing Director Indosurya Inti Finance (Indosurya Finance) Mulyadi Tjung mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan produktivitas baik dari front office maupun back office dalam menekan beban.

"Jadi targetnya tanpa menambah tim, produksi tetap naik dengan penerapan teknologi mobile" kata Mulyadi kepada Kontan.co.id, Selasa (6/2).

Tak hanya itu, pelatihan dengan tim dan proses reengineering juga akan tetap dijalankan oleh perusahaan.

Menurut Mulyadi, lanjutnya, komponen beban terbesar juga salah satunya berasal dari cost of fund (CoF). Untuk itu, perusahaan juga melakukan diversifikasi pendanaan untuk menurunkan bunga.

"Beban CoF sudah pasti komponen terbesar untuk itu kami diversifikasi dana agar bisa menurunkan," kata dia.

Senada, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) juga mengatakan sumber beban terbesar perusahaan masih berasal dari beban kredit.

Untuk itu, guna menekan bunga kredit perusahaan juga menerbitkan obligasi sebagai diversifikasi pendanaan juga bekerjasama dengan perbankan.

"Kami juga menjalankan strategic cost management program (SCMP). Intinya menerapkan good cost dan bad cost," kata Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar kepada Kontan.co.id, Selasa (6/2). 


Reporter Umi Kulsum
Editor : Yudho Winarto

MULTIFINANCE

Berita terbaru Keuangan

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]