kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini penyebab penyaluran kredit di multifinance melambat


Senin, 29 Januari 2018 / 21:34 WIB
ILUSTRASI. Suasana pelayanan nasabah di kantor cabang Adira Finance


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan, pembiayaan multifinance secara total tumbuh paling kecil dibanding segmen lain.

Data OJK menyebut segmen pembiayaan multiguna hanya naik 6,05% menjadi Rp 244,08 triliun. Sedangkan total pembiayaan tumbuh 7% menjadi Rp 414,84 triliun.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi Wiratno mengatakan faktor terbesar yaitu permintaan pembiayaan sepeda motor dan mobil juga mengalami perlambatan. “Mobil tidak meningkat tajam, motor malah turun,” kata Suwandi saat dihubungi Kontan.co.id pada Senin (28/1).

Untuk tren di 2018, APPI untuk sementara belum bisa memberikan penilaian pasar. Namun jika dilihat dari musim politik yang akan bergulir di tahun ini, Ia berasumsi seharusnya dana yang beredar ke masyarakat banyak.

Suwandi berharap situasi politik di 2018 bisa berjalan stabil. Sebab, Ia meyakini jika situasi tersebut berjalan stabil maka keadaan ekonomi akan membaik.

Sementara itu, APPI memproyeksikan total pembiayaan di tahun ini akan naik di angka sekitar 8% sampai 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×