kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.872   29,00   0,17%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

BTN cetak laba Rp 684 miliar di akhir kuartal I 2018


Kamis, 19 April 2018 / 18:50 WIB
BTN cetak laba Rp 684 miliar di akhir kuartal I 2018
ILUSTRASI. Peluncuran kartu debit BTN berlogo GPN


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sepanjang kuartal I-2018 mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 19,34% atau naik dari Rp 169,68 triliun di kuartal I tahun lalu menjadi Rp 202,5 triliun.

Pertumbuhan kredit BTN tersebut dinilai Direktur Utama BTN Maryono, turut menunjang kenaikan aset perseroan sebesar 20,73% year on year dari Rp 214,31 triliun pada triwulan I/2017 menjadi Rp 258,73 triliun di periode yang sama tahun berikutnya. Selain itu, kinerja penyaluran kredit tersebut pun menyumbang pendapatan bunga naik sebesar 15,71%.

Di sisi lain, beban bunga tumbuh lebih rendah di level 15,32%. Hasilnya, pendapatan bunga bersih BBTN naik 16,2% yoy.

Lewat capaian tersebut, laba bersih Bank BTN akhir kuartal I tercatat Rp 684 miliar, tercatat naik 15,13% dari Rp 594 miliar pada akhir Maret 2017.

Maryono menambahkan, realisasi pertumbuhan laba di kuartal I 2018 masih belum sesuai target perseroan. Pasalnya sampai akhir tahun pihaknya mematok pertumbuhan laba di kisaran 25%.

Menurutnya, laba yang hanya tumbuh 15,32% dikarenakan siklus tahunan dan baru akan mulai melaju kencang pada kuartal III dan IV 2018 mendatang.

"Triwulan I memang cenderung melambat, produktivitas bisnis utama kami juga melambat seperti pembangunan, ini juga karena kredit baru tumbuh 19,34% belum sesuai target 22% sampai 24% di akhir tahun 2018," ungkap Maryono di Jakarta, Kamis (19/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×