kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kementerian BUMN: Merger unit syariah BTN dan BNI Syariah sangat dimungkinkan


Senin, 16 April 2018 / 21:19 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terkait isu penggabungan unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dengan PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah), Kementerian BUMN menyatakan hal tersebut sangat dimungkinkan. Terutama agar perseroan secara modal jauh lebih kuat.

Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan menjelaskan, itu dimungkinkan saja dan nantinya hanya akan ada 3 Bank Umum Syariah milik Pemerintah.

“Kalau ada rencana merger itu baik karena mereka nantinya akan langsung masuk ke Bank BUKU III,” jelas Gatot saat ditemui di acara penandatanganan kerjasama Mandiri dengan lima asuransi BUMN, Senin (16/4).

Sekadar informasi, untuk masuk ke kelompok bank BUKU III, perseroan diwajibkan memiliki modal sedikitnya sebesar Rp 5 triliun.

“Untuk rencana merger semuanya menjadi satu bank umum syariah sepertinya tidak, Kalau satu sendiri dan nanti rontok ga punya semua. Sehingga perlu ada lainnya, biar ada kompetisi,” ujar Gatot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×