KEUANGAN
Berita
Maipark: Harus ada reasuransi kuat di Indonesia

Reasuransi di Indonesia

Maipark: Harus ada reasuransi kuat di Indonesia


Telah dibaca sebanyak 1192 kali
Maipark: Harus ada reasuransi kuat di Indonesia

JAKARTA. Presiden Direktur Maskapai Asuransi Indonesia dan Perusahaan Asuransi Resiko Khusus (MAIPARK) Frans Y. Sahusilawane menyebut harus ada reasuransi besar di Indonesia. "Kalau kita punya reasuransi di sini, kita tidak perlu bergantung ke luar negeri," ucapnya.

Disebut Frans, perusahaan asuransi lari keluar untuk reasuransi karena tidak ada yang kuat di sini. Padahal, pada tahun 1954 Indonesia memiliki reasuransi besar tingkat Asia. "Sekarang sudah tidak ada," ucapnya.

Saat ini, Indonesia hanya memiliki 4 perusahaan reasuransi. "Saya tidak bilang mereka tidak berarti apa-apa. Cuma airnya banyak sekali. Empat ember ini kecil-kecil, kan luber. Kalau kita punya ember besar, lubernya berkurang," sebut Frans.

Frans mengatakan, ada 2 cara memajukan reasuransi di Indonesia harus secara defensif dan ofensif. "Defensif, supaya reasuransi tidak keluar negeri," ucapnya.

Kemudian, Frans melanjutkan bahwa reasuransi harus ofensif juga. "Kalau kita punya reasuransi besar, kita bisa ofensif, dan itu diperlukan," katanya.

Untuk itu, ia menyatakan perlu ada negara sebagai inisiator. "Namun yang bergerak jangan hanya negara, tapi keseluruhan industri. Jadi kita kuat di dalam negeri," sebut Frans.

Telah dibaca sebanyak 1192 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..