kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

2010, pinjaman kartu kredit tumbuh 18,06%


Kamis, 13 Januari 2011 / 11:22 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Penggunaan kartu kredit di masyarakat tersebut meningkat. Terbukti, jumlah peredaran kartu kredit dan nilai pinjaman juga terus meningkat. Hingga akhir 2010, total pinjaman melalui kartu kredit mencapai Rp 136,69 triliun atau tumbuh 18,06% dibandingkan akhir 2009.

Bank Indonesia (BI) mencatat, peredaran kartu kredit di Indonesia mencapai 13,4 juta kartu per akhir 2010. Dalam lima tahun terakhir, jumlah kartu itu terus meningkat rata-rata 18% per tahun. "Peminat kartu kredit semakin banyak," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI, Difi Ahmad Johansyah, kemarin.

Umumnya, penggunaan kartu kredit untuk berbelanja. Total nilai belanja tersebut mencapai Rp 156,88 triliun atau 97% dari total pinjaman. Sedang penggunaan kartu kredit untuk transaksi tunai hanya Rp 4,51 triliun.

BI meramalkan, dalam beberapa tahun ke depan, jumlah peredaran kartu kredit akan terus bertambah. Sebab, potensi pasar di Indonesia masih besar. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi pasar kartu kredit mencapai 104 juta penduduk. "Dengan asumsi setiap satu orang menggunakan dua kartu, berarti pasar yang ada baru tergarap 4,5% saja, sisanya masih sangat besar untuk diperebutkan," terang Difi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×