kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

2012, BI patok rupiah di level Rp 8.600-Rp 9.100


Kamis, 09 Juni 2011 / 20:35 WIB
2012, BI patok rupiah di level Rp 8.600-Rp 9.100
ILUSTRASI. Ilustrasi Opini - Menilik Indikator Resesi Ekonomi


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mematok nilai tukar (kurs) rupiah di level Rp 8.600-Rp 9.100 untuk tahun 2012 mendatang. Itu artinya, bank sentral memberikan rentang (spread) pada nilai tukar tersebut sebesar Rp 500. BI mematok angka ini dengan alasan adanya fluktuasi rupiah baik bagi pelaku pasar maupun bagi BI sebagai otoritas. Penyebabnya, pasar ekonomi global tidak dapat dipastikan dan dinamisme pasar keuangan sangat tinggi.

"Spread Rp 500 itu berdasarkan hitungan kami (BI) yang memadai untuk menampung adanya ketidakpastian dalam pasar keuangan global," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, dalam Rapat Kerja Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN), di Komisi XI DPR RI, Kamis (9/6).

Budi bilang, kisaran kurs Rp 8.600-Rp 9.100 untuk tahun 2012 didasarkan pada sejumlah pertimbangan. Salah satunya, perkembangan neraca pembayaran Indonesia sebagai pintu pergerakan dari mata uang perkembangan neraca transaksi berjalan 2012.

Kondisi ini berbeda dengan tahun 2011, di mana transaksi berjalan BI sudah akan memasuki teritoty atau era defisit. Artinya, pertumbuhan impor begitu besar melebihi pertumbuhan ekspor. Inilah yang kemudian mengakibatkan current account deficit fundamental atau mata uang akan melemah.

BI sendiri melihat, tahun depan, surplus neraca modal pembayaran Indonesia akan terus mengalami peningkatan, baik di portofolio investment atau di penanaman modal asing (PMA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×