kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.585   -1,73   -0,03%
  • KOMPAS100 960   -7,23   -0,75%
  • LQ45 743   -4,46   -0,60%
  • ISSI 206   0,33   0,16%
  • IDX30 386   -2,05   -0,53%
  • IDXHIDIV20 468   -0,63   -0,13%
  • IDX80 108   -0,84   -0,77%
  • IDXV30 113   -1,71   -1,49%
  • IDXQ30 127   -0,63   -0,50%

4 Tantangan perkembangan ekonomi keuangan syariah di Indonesia


Senin, 05 Oktober 2020 / 18:16 WIB
4 Tantangan perkembangan ekonomi keuangan syariah di Indonesia
ILUSTRASI. 4 Tantangan perkembangan ekonomi keuangan syariah di Indonesia


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memandang kalau ekonomi dan keuangan syariah mampu menjadi salah satu tumpuan bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, ekonomi dan keuangan syariah menunjukkan daya tahannya di masa yang sulit akibat pandemi Covid-19.

"Ekonomi dan keuangan syariah yang berpegang pada nilai-nilai keadilan, transparansi ini menjadikan sektor ini lebih tahan pada krisis. Banyak institusi baik domestik maupun global yang tumbang, tapi ini tetap bertahan dan tumbuh positif," kata Dody, Senin (5/10).

Akan tetapi, Dody juga mengaku kalau perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia ini masih memiliki tantangan.

Merujuk pada pernyataan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS), setidaknya ada 4 tantangan yang dihadapi.

Baca Juga: Semakin bertumbuh, LinkAja punya 57 juta pengguna hingga saat ini

Pertama, dari sisi permodalan. Menurutnya, lembaga ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan biaya yang tidak mini. Pasalnya, lembaga terus melakukan perluasan, pembiayaan, maupun pendanaan bagi pelaku usaha.

Kedua, bagaimana percepatan untuk pengembangan inovasi pada produk-produk syariah. Menurutnya, produk-produk syariah perlu lebih variatif dan lebih market friendly untuk lebih bisa diterima oleh pasar.

Ketiga, terkait dengan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola dana islam. Menurutnya, diperlukan SDM yang berkualitas dalam mengelola dana ini karnea dana umat merupakan dana yang sangat besar.

Keempat, pengembangan dalam keterbatasan infrastruktur di ekonomi dan keuangan syariah. Hal ini menyangkut bagaimana perluasan layanan syariah dan penguatan teknologi serta informasi.

Selanjutnya: Indonesia dorong kerja sama pembiayaan infrastruktur dengan ASEAN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×