Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menunjukkan pertumbuhan kinerja yang signifikan dalam empat tahun terakhir.
Pada tahun 2025, BSI mencatatkan performa solid di hampir seluruh indikator kinerja yang tumbuh dobel digit di atas rata-rata industri.
Pertumbuhan kinerja ini ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan optimal, didukung pendanaan yang memadai, dan penyaluran pembiayaan yang tepat sasaran sesuai program Astacita Pemerintah.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho mengatakan kinerja solid BSI juga didorong oleh optimalisasi dual license sebagai bank syariah dengan ekosistem Islam serta izin izin sebagai bullion bank.
Baca Juga: BSI Optimistis Mampu Mencatat Pertumbuhan Kinerja Double Digit pada 2026
Dalam kurun waktu 8 bulan setelah memperoleh izin bank bullion, bisnis emas BSI tumbuh lebih dari 100%.
"Terbukti dalam kurun waktu 8 bulan terakhir sejak BSI mendapat license Bullion Bank, kenaikan bisnis emas melesat di atas 100%," ujarnya dalam keterangan resmi pada acara Sharia Economic Forum.
Cahyo mengatakan, tantangan utama bank syariah saat ini adalah kehadiran fisik dan akses produk yang mudah bagi masyarakat.
Untuk itu, dalam dua tahun terakhir BSI mempercepat transformasi digital dengan menyediakan 5.000 ATM dan CRM di ruang publik, memperluas penggunaan mesin EDC dan QR melalui kerja sama dengan merchant.
BSI juga menempatkan physical branch di lokasi strategis untuk meningkatkan awareness sekaligus memperluas penetrasi ke segmen ritel yang memiliki preferensi terhadap produk keuangan berbasis literasi syariah.
Baca Juga: BSI Cetak Laba Rp 7,56 Triliun di 2025, Naik 8,02%
Begitu juga dengan mesin ATM yang kini diperluas penempatannya di tempat-tempat umum dan pusat keramaian.
Langkah tersebut membuat BSI di sepanjang tahun 2025 mencatatkan kenaikan customer based mencapai 2 juta orang dengan kelolaan emas bullion sekitar 2 ton emas.
Adapun nasabah dapat membeli emas dengan mudah melalui platform BYOND by BSI. Transaksi pembelian dimulai dari harga Rp 50.000 atau setara 0,002 gram.
Selain layanan finansial, BSI juga menyediakan layanan sosial dan spiritual melalui kerja sama dengan LAZNAS untuk donasi dan berbagi.
Dengan dukungan regulasi dan keberpihakan pemerintah terhadap ekosistem syariah, BSI optimis dapat meningkatkan kinerja dan menargetkan penambahan 2 juta nasabah di tahun ini.
Baca Juga: Resmi Naik Kelas Jadi Persero, BSI Fokus Salurkan Pembiayaan ke Segmen Konsumer&Ritel
Selanjutnya: Tekanan Penerimaan dan Bunga Utang Tinggi Intai Keseimbangan Primer 2026
Menarik Dibaca: Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













