kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

AAJI Ungkap Faktor Penekan Premi Reguler di Tengah Dinamika Ekonomi


Minggu, 07 Juni 2026 / 13:30 WIB
AAJI Ungkap Faktor Penekan Premi Reguler di Tengah Dinamika Ekonomi
ILUSTRASI. Pertumbuhan Nasabah Asuransi Jiwa di Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi asuransi jiwa dari pembayaran premi reguler mencapai Rp 28,17 triliun pada kuartal I-2026. Nilai tersebut turun 5,2% secara tahunan atau year on year (YoY).

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen mengatakan, penurunan premi reguler dipengaruhi oleh dinamika perekonomian yang saat ini masih menantang.

Baca Juga: Ini 10 Unitlink Pasar Uang yang Cetak Return Tertinggi per Mei 2026

Meski demikian, ia menilai tekanan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mengubah prospek pertumbuhan segmen premi reguler dalam jangka panjang.

"Impact-nya saya pikir itu wajar sementara karena situasi ekonomi. Kalau dari sisi premi reguler memang ada kontraksi sedikit pada kuartal I-2026. Namun, tiga tahun berturut-turut itu tumbuhnya positif. Pada kuartal I-2026 sebenarnya lebih tinggi dari kuartal I-2024," ujar Wianto dalam konferensi pers AAJI di Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Wianto optimistis premi reguler masih memiliki peluang untuk kembali bertumbuh pada periode mendatang.

Pasalnya, secara historis segmen tersebut mampu mencatatkan pertumbuhan positif selama tiga tahun berturut-turut.

Di sisi lain, AAJI mencatat pendapatan premi asuransi jiwa dari pembayaran premi tunggal mencapai Rp 19,10 triliun pada kuartal I-2026. Angka tersebut meningkat 7,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Wianto, pertumbuhan premi tunggal ditopang oleh peningkatan penjualan produk unitlink serta kontribusi dari segmen asuransi kumpulan.

Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional AAJI, Handojo Kusuma menilai, kenaikan premi tunggal menjadi sinyal positif bagi industri asuransi jiwa di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.

Baca Juga: OJK Catat Premi Asuransi Umum dan Reasuransi Turun 4,32% per April 2026

"Jadi, saya kira menjadi indikasi positif di tengah situasi saat ini," kata Handojo.

Secara keseluruhan, AAJI mencatat total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 47,27 triliun pada kuartal I-2026. Namun, angka tersebut masih mengalami kontraksi tipis sebesar 0,5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×