kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.468.000   0   0,00%
  • USD/IDR 15.946   -52,00   -0,33%
  • IDX 7.161   -53,30   -0,74%
  • KOMPAS100 1.094   -8,21   -0,74%
  • LQ45 872   -4,01   -0,46%
  • ISSI 216   -1,82   -0,84%
  • IDX30 446   -1,75   -0,39%
  • IDXHIDIV20 540   0,36   0,07%
  • IDX80 126   -0,84   -0,67%
  • IDXV30 136   0,20   0,15%
  • IDXQ30 149   -0,29   -0,20%

AAUI Beberkan Sejumlah Tantangan dan Peluang Industri Asuransi Hingga Akhir Tahun


Minggu, 08 Oktober 2023 / 16:35 WIB
AAUI Beberkan Sejumlah Tantangan dan Peluang Industri Asuransi Hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan logo perusahaan asuransi umum di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Jakarta, Kamis (24/8/2023). Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat per Semester I-2023, dari 72 perusahaan asuransi umum anggota AAUI, sebanyak 16 atau 22% dari keseluruhan perusahaan sudah memiliki ekuitas di atas Rp 1 triliun./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/24/08/2023.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat sejumlah tantangan dan peluang yang akan dihadapi industri asuransi umum hingga akhir tahun ini.

Direktur Eksekutif AAUI, Bern Dwiyanto, mengatakan, tantangan antara lain seperti implementasi PSAK 74/IFRS, kemudian ketentuan permodalan, digitalisasi, persaingan usaha, hingga hardening market atau kapasitas reasuransi.

Meskipun demikian, dia mengatakan ada peluang yang bisa dimanfaatkan perusahaan asuransi ke depannya. Adapun sejumlah peluang tersebut seperti digitalisasi terkait demografi atau pengembangan pasar asuransi dikaitkan dengan pengguna internet dan perilaku belanja online. 

Baca Juga: Hingga Akhir 2023, AAUI Proyeksikan Kenaikan Premi dan Klaim Masih Berlanjut

"Selain itu, industri bisa memanfaatkan pangsa pasar atau pengguna internet sebesar 76,36% dari total penduduk Indonesia," ucapnya kepada Kontan.co.id, Jumat (6/10).

Bern mengatakan, industri asuransi juga harus memaksimalkan pengembangan pasar asuransi disesuaikan dengan perilaku masyarakat pasca pandemi Covid-19.

Selain itu, industri juga harus bisa memaksimalkan kemajuan teknologi sehingga harus cepat berinovasi dengan produk teknologi. Menurutnya, hal itu menjadi keuntungan bagi perusahaan insurtech.

Baca Juga: Allianz Indonesia Sebut Pendapatan Premi Segmen Kecelakaan Diri Masih Kecil

Sementara itu, dia menilai literasi dan inklusi asuransi yang masih rendah juga bisa menjadi peluang. Pasalnya, industri asuransi berpotensi tumbuh karena masih ada masyarakat yang belum membeli asuransi. 

Terakhir, Bern menganggap pertumbuhan ekonomi yang membaik diiringi daya beli masyarakat yang meningkat juga bisa meningkatkan pertumbuhan industri asuransi.

Di sisi lain, Bern memproyeksikan kenaikan premi dan klaim industri asuransi masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Hal itu disebabkan sejumlah faktor.

Baca Juga: AAUI Proyeksikan Kenaikan Premi dan Klaim Masih Berlanjut hingga Akhir 2023

"Melihat pertumbuhan perekonomian nasional yang bisa ditahan sekitar 5%. Selain itu, klaim-klaim periode lalu yang mulai dibayarkan pada periode ini dan selanjutnya," ungkapnya.

Berdasarkan data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menunjukkan per Agustus 2023 pendapatan premi asuransi umum telah mencapai Rp 65,28 triliun, naik dari Rp 59,69 triliun pada Agustus 2022.

Di sisi lain, jumlah beban klaim neto asuransi umum per Agustus 2023 juga naik menjadi Rp 19,74 triliun dari Rp 15,63 triliun pada Agustus 2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Advokasi Kebijakan Publik di Era Digital (Teori dan Praktek) Mengenal Pentingnya Sustainability Reporting

[X]
×