Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Hal ini seiring dengan masih lebarnya credit gap atau kesenjangan pembiayaan yang bisa terpenuhi melalui lembaga keuangan formal, terutama perbankan.
Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar mengatakan, saat ini credit gap di Indonesia berada di kisaran Rp3.600 triliun.
Namun, industri keuangan formal baru bisa membiayai sekitar Rp 1.100 triliun, sehingga masih ada kesenjangan akan kebutuhan pembiayaan sekitar Rp 1.600 triliun. Sementara itu, industri pindar baru bisa berkontribusi sekitar Rp 105 triliun hingga Rp 110 triliun.
Baca Juga: Bank BTN Dihadapkan Tantangan Biaya Kredit, Simak Rekomendasi Sahamnya
Menurutnya, credit gap ini menjadi peluang bagi industri pindar untuk terus berkembang serta memperluas akses pembiayaan di Indonesia.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pindar saat ini berperan dalam memperluas inklusi keuangan dengan menjangkau kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani oleh lembaga keuangan formal.
"Jadi, market pindar itu adalah masyarakat unbankable dan underserve atau masyarakat yang belum bisa dilayani oleh bank," ujarnya dalam Workshop Jurnalistik: Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme untuk Perlindungan Publik, Kamis (6/8/2026).
Di sisi lain, hingga saat ini pembiayaan pindar juga banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk kebutuhan pembiayaan produktif usaha mereka.
Katanya, pembiayaan pada UMKM banyak disalurkan untuk usaha ultra mikro yang umumnya mengambil pinjaman kecil dan jangka waktunya cenderung lebih pendek, seperti usaha rumahan.
Baca Juga: MUF Optimistis Pembiayaan ke Sektor Produktif Masih Bisa Bertumbuh, Ini Pendorongnya
Seiring dengan perluasan akses pembiayaan ini, Entjik menegaskan pentingnya koordinasi dengan regulator untuk meningkatkan literasi dan edukasi keuangan di masyarakat.
Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa akses pembiayaan masyarakat bisa terpenuhi, sekaligus bisa melindungi mereka dari risiko pinjaman online ilegal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
