kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

BNI Kantongi Dana SAL Rp 18,5 Triliun dari Pemerintah


Kamis, 06 Agustus 2026 / 22:25 WIB
BNI Kantongi Dana SAL Rp 18,5 Triliun dari Pemerintah
ILUSTRASI. Paparan Kinerja BNI di Jakarta, Rabu (05/08/20260. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aura Putri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperoleh penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 18,5 triliun dari pemerintah pada Agustus 2026.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penempatan dana tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada BNI untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

"BNI memperoleh alokasi penempatan dana SAL sebesar Rp 18,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 11 triliun telah ditempatkan pada 5 Agustus 2026, sedangkan Rp 7,5 triliun sisanya dijadwalkan masuk pada periode 10 hingga 14 Agustus 2026," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Okki mengatakan kepercayaan tersebut menjadi amanah bagi BNI untuk memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembiayaan sektor-sektor produktif dan program prioritas nasional guna menciptakan multiplier effect bagi perekonomian.

Baca Juga: Kredit BNI Tumbuh 24,4% Jadi Rp 968,5 Triliun di Semester I-2026

Meski memperoleh tambahan likuiditas, BNI memastikan penyaluran kredit tetap dilakukan secara selektif dengan memperhatikan kelayakan usaha, kualitas debitur, dan profil risiko.

"Seluruh penyaluran kredit tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta manajemen risiko yang kuat," katanya.

Okki mengatakan penempatan dana SAL tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan, likuiditas, dan kualitas aset sehingga memperkuat kontribusi BNI terhadap pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Laba BNI Tumbuh 6,6%, NIM Tertekan Akibat Lonjakan Deposito

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×