kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Ada tax amnesty, asuransi properti bisa tumbuh 25%


Rabu, 13 Juli 2016 / 18:50 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Rencana kebijakan penghapusan utang pajak atau tax amnesty disambut positif perusahaan asuransi umum. Pasalnya, aliran dana tax amnesty akan turut bermuara ke berbagai sektor. Selah satunya sektor properti. Hasilnya, premi asuransi properti bakal lebih gemuk.

Marten P. Lalamentik, Direktur PT Asuransi Sinar Mas optimis, penjualan properti akan tinggi sejalan dengan sentimen positif tax amnesty. 

"Asuransi properti akan menjadi tiang kami. Kami mengandalkan developer berjualan produk dan meningkatkan premi properti," tandas Marten pada Selasa (12/7).

Bisnis properti komersial seperti perkantoran dan kawasan industri diproyeksikan paling terasa dampak dari aliran tax amnesty. Sebab, ketika ada aliran dana berlebih masuk, uang bakal dialihkan untuk membeli aset rill contohnya properti.

Itu sebabnya, premi asuransi properti diyakini berpotensi tumbuh. Apalagi, pemerintah belum lama ini telah menurunkan uang muka atau loan to value (LTV) untuk rumah.

Sentimen positif tersebut diyakini Marten akan mengerek pertumbuhan premi asuransi properti. Ia menghitung, untuk pertumbuhan premi properti dari tax amnesty bisa mencapai 25%. Sedangkan pertumbuhan premi properti akibat penurnan LTV mencapai 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×