kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ada tax amnesty, asuransi properti bisa tumbuh 25%


Rabu, 13 Juli 2016 / 18:50 WIB
Ada tax amnesty, asuransi properti bisa tumbuh 25%


Reporter: Mona Tobing | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Rencana kebijakan penghapusan utang pajak atau tax amnesty disambut positif perusahaan asuransi umum. Pasalnya, aliran dana tax amnesty akan turut bermuara ke berbagai sektor. Selah satunya sektor properti. Hasilnya, premi asuransi properti bakal lebih gemuk.

Marten P. Lalamentik, Direktur PT Asuransi Sinar Mas optimis, penjualan properti akan tinggi sejalan dengan sentimen positif tax amnesty. 

"Asuransi properti akan menjadi tiang kami. Kami mengandalkan developer berjualan produk dan meningkatkan premi properti," tandas Marten pada Selasa (12/7).

Bisnis properti komersial seperti perkantoran dan kawasan industri diproyeksikan paling terasa dampak dari aliran tax amnesty. Sebab, ketika ada aliran dana berlebih masuk, uang bakal dialihkan untuk membeli aset rill contohnya properti.

Itu sebabnya, premi asuransi properti diyakini berpotensi tumbuh. Apalagi, pemerintah belum lama ini telah menurunkan uang muka atau loan to value (LTV) untuk rumah.

Sentimen positif tersebut diyakini Marten akan mengerek pertumbuhan premi asuransi properti. Ia menghitung, untuk pertumbuhan premi properti dari tax amnesty bisa mencapai 25%. Sedangkan pertumbuhan premi properti akibat penurnan LTV mencapai 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×