kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.486   -44,00   -0,25%
  • IDX 6.745   -114,09   -1,66%
  • KOMPAS100 897   -18,69   -2,04%
  • LQ45 660   -10,27   -1,53%
  • ISSI 244   -3,99   -1,61%
  • IDX30 372   -4,42   -1,17%
  • IDXHIDIV20 456   -5,66   -1,23%
  • IDX80 102   -1,78   -1,71%
  • IDXV30 130   -1,79   -1,36%
  • IDXQ30 119   -1,13   -0,94%

Adira Finance (ADMF) Optimistis Pembiayaan Modal Kerja Membaik pada 2026


Jumat, 02 Januari 2026 / 12:54 WIB
Adira Finance (ADMF) Optimistis Pembiayaan Modal Kerja Membaik pada 2026
ILUSTRASI. Kredit kendaraan Danamon - Adira Finance (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) optimistis kinerja pembiayaan, termasuk segmen modal kerja, akan membaik pada 2026. Ini seiring prospek ekonomi yang dinilai lebih kondusif dan meningkatnya aktivitas usaha.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, perusahaan akan menjaga pertumbuhan portofolio pembiayaan secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kualitas aset. Langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan yang dicapai dapat berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pembiayaan secara keseluruhan dengan mendukung berbagai kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha," kata Gani kepada Kontan, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Tarik SAL Rp 75 Triliun dari Bank Pelat Merah, Begini Penjelasan Menkeu Purbaya

Pembiayaan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari investasi, modal usaha, multiguna, hingga sektor produktif lainnya. Dengan pendekatan menyeluruh tersebut, perusahaan berharap dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan industri multifinance sekaligus perekonomian nasional ke depan.

Sebagai gambaran, hingga kuartal November 2025, penyaluran pembiayaan modal kerja Adira Finance tercatat meningkat menjadi Rp 3 triliun. Pembiayaan modal kerja berkontribusi sekitar 8% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan.

"Adira Finance berharap dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan industri multifinance dan perekonomian nasional," jelasnya.

Di sisi industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan modal kerja industri multifinance per Oktober 2025 tumbuh 9,28% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 53,19 triliun, atau setara 10,53% dari total piutang pembiayaan industri multifinance.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×