Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat rasio non performing financing (NPF) atau kredit bermasalah bergerak stabil di level 2% pada 2025.
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani mengatakan kalau angka tersebut tidak begitu berbeda dengan tahun sebelumnya dan masih berada di bawah rata-rata industri pembiayaan.
"Relatif tidak mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan masih berada di bawah rata-rata industri pembiayaan," katanya kepada Kontan, Jumat 30/1/26.
Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Adira Finance Capai Rp 750 Miliar pada 2025
Sebagai upaya menjaga rasio NPF agar tetap stabil, Gani bilang kalau perusahaan akan menerapkan prinsip manajemen risiko dan kehati-hatian.
Di sisi lain, Adira Finance juga berusaha untuk memberikan pembiayaan yang tersegmentasi sesuai dengan risk appetite atau batas risiko yang siap ditanggung perusahaan.
"Perusahaan memberikan pembiayaan yang tersegmentasi sesuai dengan risk appetite," ujarnya.
Selanjutnya, Gani memastikan kalau Adira Finance akan terus berupaya melakukan kegiatan penagihan secara efektif guna mengurangi potensi kredit macet.
Baca Juga: Berikut Ragam Promo di IIMS Jakarta 2026 dari Adira Finance dan Danamon
Sementara dari segi operasional, perusahaan akan berupaya menambah jumlah karyawan di titik-titik tertentu untuk memastikan operasional tetap optimal sehingga bisa menekan risiko kredit.
Selanjutnya: DPR Gelar Fit and Proper Test Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Menarik Dibaca: Infokost.id Diluncurkan Kembali, Hadirkan Cara Baru Cari Kost
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













