Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) mencatatkan kenaikan alokasi investasi di instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia Hilman Simanjuntak mengatakan kenaikan alokasi investasi pada SBSN mencapai lebih dari 10% secara Year on Year (YoY) per Desember 2025. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan terkait penempatan di SBSN.
Hilman hanya menerangkan peningkatan itu mencerminkan komitmen dan fokus utama terhadap stabilitas portofolio, serta pemenuhan kewajiban liabilitas.
Baca Juga: Tangkap Momentum Pertumbuhan Sektor Konstruksi Daerah, Akrindo Gandeng Bank Kalsel
"Fokus pada SBSN juga didorong oleh karakteristik instrumen tersebut yang stabil dan sesuai dengan profil liabilitas perusahaan," katanya kepada Kontan Minggu (1/2/2026).
Hilman menambahkan per Desember 2025, SBSN tetap menjadi instrumen mayoritas dalam portofolio investasi perusahaan.
Jika menilik laporan keuangan di situs perusahaan, total penempatan investasi Zurich Syariah di SBN yang di dalamnya terdapat SBSN mencapai Rp 2,89 triliun per Desember 2025. Nilainya meningkat 12%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun porsi SBN mencapai 61,75% terhadap total investasi per Desember 2025 yang sebesar 4,68 triliun.
Baca Juga: Bank Mega Syariah Bidik Pertumbuhan Masif Pembiayaan Wholesale pada 2026
Mengenai strategi penempatan investasi tahun ini, Hilman mengatakan Zurich Syariah akan menerapkan diversifikasi portofolio berbasis syariah, meliputi deposito syariah, SBSN, serta sukuk korporasi. Dia menyebut penempatan pada SBSN tetap menjadi prioritas utama, mengingat stabilitas dan karakteristik jangka menengah hingga panjang instrumen tersebut.
"Namun, kami juga senantiasa membuka peluang diversifikasi ke instrumen lain yang menawarkan potensi imbal hasil menarik dengan risiko yang tetap terukur, menyesuaikan dengan perkembangan dan dinamika pasar yang ada," ucap Hilman.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi industri asuransi syariah mencapai Rp 40,20 triliun per November 2025. Nilainya meningkat 12,42% secara YoY. Sementara itu, penempatan investasi di SBSN per November 2025 mencapai Rp 17,26 triliun pada 2025, atau naik 19,86% YoY, dengan porsi sebesar 42,93% terhadap total portofolio investasi.
Selanjutnya: Ekonom BCA Proyeksikan Inflasi Tahunan Akselerasi ke 3,81% per Januari 2026
Menarik Dibaca: Layar Huawei MatePad 11.5: Fitur Tersembunyi Ini Bikin Kagum
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












