kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.019   34,00   0,19%
  • IDX 5.929   -57,75   -0,96%
  • KOMPAS100 773   -8,96   -1,15%
  • LQ45 589   -5,48   -0,92%
  • ISSI 204   -1,54   -0,75%
  • IDX30 334   -2,60   -0,77%
  • IDXHIDIV20 414   -2,00   -0,48%
  • IDX80 88   -0,90   -1,02%
  • IDXV30 112   -0,67   -0,60%
  • IDXQ30 108   -0,50   -0,46%

Adira Finance Himpun Dana Rp 2,5 Triliun dari Obligasi dan Sukuk pada Semester I-2026


Rabu, 08 Juli 2026 / 13:53 WIB
Adira Finance Himpun Dana Rp 2,5 Triliun dari Obligasi dan Sukuk pada Semester I-2026
ILUSTRASI. Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) telah menerbitkan obligasi dan sukuk dengan total nilai Rp 2,5 triliun pada Semester I-2026.

Secara rinci, Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan pada Februari 2026, perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 dengan jumlah pokok sekitar Rp 2 triliun.

"Selain itu, menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 dengan nilai dana sebesar Rp 500 miliar," katanya kepada Kontan, Rabu (8/7).

Gani menerangkan dana tersebut digunakan untuk modal kerja pembiayaan, khususnya dalam mendukung penyaluran pembiayaan konsumen dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Baca Juga: Laba BTN Melonjak 54,37% Jadi Rp 1,85 Triliun, Lampaui Kinerja Industri

Lebih lanjut, Gani mengatakan Adira Finance masih membuka peluang untuk melakukan penerbitan obligasi pada tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari strategi pendanaan yang terdiversifikasi. 

Setelah penerbitan obligasi pada Februari 2026, dia menyampaikan Adira Finance tetap mencermati kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan ke depan, termasuk momentum yang paling tepat untuk melakukan penerbitan berikutnya. 

"Untuk nominalnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan, kondisi likuiditas, serta profil jatuh tempo kewajiban perusahaan," ucap Gani.

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyebut laju penerbitan surat utang multifinance terbilang melambat pada tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan hal tersebut dilihat dari nilai penerbitan surat utang multifinance hingga Juni 2026 yang tercatat sebesar Rp 12,93 triliun.

"Angka itu masih jauh di bawah realisasi penuh pada 2025 yang sebesar Rp 38,18 triliun. Jika angka Semester I-2026 disetahunkan secara sederhana, nilainya menjadi sekitar Rp 25,86 triliun, atau lebih rendah sekitar 32,3% dibandingkan dengan realisasi penuh 2025," ucapnya kepada Kontan.

Baca Juga: Satgas PASTI Hentikan 951 Pinjol Ilegal dan 238 Investasi Ilegal per Juni 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×