kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Adira Finance Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pembiayaan Kendaraan


Senin, 01 Juni 2026 / 16:29 WIB
Adira Finance Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pembiayaan Kendaraan
ILUSTRASI. Kampung Adira Finance PRJ Jakarta Fair 2024 (Dok/Adira Finance)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencermati dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap permintaan pembiayaan kendaraan bermotor, seiring kemungkinan penyesuaian harga kendaraan yang masih bergantung pada komponen impor.

Chief Financial Officer Adira Finance Gani menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dapat memengaruhi daya beli dan keputusan pembelian sebagian konsumen. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan.

“Pelemahan nilai tukar rupiah merupakan salah satu faktor yang perlu dicermati karena berpotensi mendorong penyesuaian harga kendaraan, khususnya untuk model yang memiliki komponen impor. Kondisi tersebut dapat memengaruhi daya beli dan keputusan pembelian sebagian konsumen,” ujar Gani kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: BI Rate Naik, Adira Finance Waspadai Penurunan Daya Beli Konsumen

Kendati begitu, Gani menilai dampak pelemahan rupiah tidak selalu berlangsung secara langsung dan merata di seluruh segmen pasar, khususnya di industri pembiayaan.

“Dampaknya tidak selalu langsung dan seragam di seluruh segmen, karena juga dipengaruhi oleh jenis kendaraan, skema pembiayaan, profil konsumen, serta kebutuhan konsumen,” lanjutnya.

Namun demikian, Adira Finance tetap mencermati dinamika tersebut secara hati-hati, termasuk tren permintaan pembiayaan secara bulanan, agar pertumbuhan pembiayaan tetap dilakukan secara sehat dan terukur.

Dari sisi kualitas pembiayaan, ia menjelaskan dampak pelemahan rupiah lebih berkaitan dengan kemampuan bayar konsumen.

Risiko dapat meningkat apabila kenaikan harga kendaraan terjadi bersamaan dengan tekanan daya beli, kenaikan biaya hidup, maupun meningkatnya biaya operasional.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Adira Finance Terapkan Hedging Penuh Demi Lindungi Utang Rp 4,7 T

“Perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses akuisisi, termasuk melalui penilaian kemampuan bayar konsumen, profil risiko, serta monitoring portofolio secara berkala. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas aset,” jelasnya.

Hingga April 2026, Adira Finance telah menyalurkan pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp 11,3 triliun.

Rinciannya, terdapat segmen pembiayaan roda empat dan roda dua. Kedua segmen tersebut diklaim masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×