kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

BTN Buka-bukaan Jumlah Dana SAL yang Diterima dan Risiko Momentum Penarikan


Kamis, 16 Juli 2026 / 20:26 WIB
BTN Buka-bukaan Jumlah Dana SAL yang Diterima dan Risiko Momentum Penarikan
ILUSTRASI. Paparan kinerja Bank BTN (KONTAN/Lydia Tesaloni)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sebagai salah satu penerima dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga telah bersiap untuk penarikan berkala yang dijadwalkan pemerintah. 

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu mengungkapkan, saat ini posisi total saldo dana SAL yang ditempatkan di bank mencapai Rp 38 triliun. 

“Itu awalnya kami terima Rp 25 triliun, ada beberapa tahapan, sempat dikembalikan juga. Terakhir posisinya di Rp 38 triliun,” ujar Nixon dalam paparan kinerja, Kamis (13/7/2026). 

Memang, saat pemerintah memberikan tambahan dana SAL Rp 100 triliun terakhir, ia bilang pihaknya kebagian kisaran Rp 13 triliun. 

Nixon mengatakan dana yang terima digunakan seluruhnya untuk penyaluran kredit, sesuai arahan awal yang diterima dari pemerintah bahwasannya penempatan dana SAL ditujukan sebagai penopang pertumbuhan kredit. 

Baca Juga: Dilema Pengelolaan Dana SAL di Himbara: Kapan Waktu Penarikan yang Tepat?

Di BTN, penyaluran diarahkan ke segmen-segmen yang memang menjadi fokus bank selama ini, yakni KPR (kredit pemilikan rumah), komersial, dan konstruksi. Secara nominal, persentasenya didominasi oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara). 

“Agak banyak di BUMN, seperti Bulog dan sebagainya,” kata Nixon. 

Untuk skema penarikannya, Nixon bilang saat ini koordinasi dengan stakeholder terkait sudah memberikan jadwal penyetoran kembali yang jelas. 

Itu memang menjadi fokus pihaknya lantaran momentum penarikan perlu memperhatikan berbagai katalis agar tak menimbulkan masalah di level individu bank. 

Baca Juga: OJK: Dampak Penempatan Dana SAL di Himbara Bergantung Dinamika Pasar

“Perlu memperhatikan timing yang pas. Kemarin kan agak sedikit masalah karena BI Rate naik, SRBI naik, maka likuiditas ketat. Terus duit harus kembali, itu sebenarnya terjadi crossing, berebut akhirnya. Cuman itu sudah berhasil diatasi, kami semua menghadap Pak Menteri Keuangan, dipanggil DPR juga dan  kami jelaskan bahwa situasi ini bisa dicegah kalau ada koordinasi yang baik, terutama timing penarikannya,” papar Nixon. 

Terdekat, bank penerima diminta menyetor balik sebagian dana SAL ke pemerintah pada September 2026 mendatang. Namun, Nixon tak membeberkan nilai yang harus dikembalikan. 

Baca Juga: Himbara Ramai-ramai Salurkan Kredit Produktif Pasca Terima Dana SAL

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×