kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.178   19,00   0,10%
  • IDX 5.091   33,59   0,66%
  • KOMPAS100 657   5,05   0,77%
  • LQ45 518   2,37   0,46%
  • ISSI 170   0,49   0,29%
  • IDX30 291   1,09   0,38%
  • IDXHIDIV20 392   0,14   0,04%
  • IDX80 76   0,52   0,69%
  • IDXV30 109   -0,01   -0,01%
  • IDXQ30 98   -0,35   -0,36%

ADPI Proyeksikan Kinerja RoI Dana Pensiun Bisa Capai 4%-5% pada Akhir Tahun


Senin, 02 November 2026 / 12:37 WIB
ADPI Proyeksikan Kinerja RoI Dana Pensiun Bisa Capai 4%-5% pada Akhir Tahun
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Return on Investment (RoI) industri dana pensiun mengalami kenaikan per Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, RoI dana pensiun sempat mengalami tekanan atau menurun dari sebesar 0,51% per Mei 2026, menjadi sebesar 0,02% per Juni 2026.

Namun, kondisi RoI dana pensiun menunjukkan peningkatan menjadi sebesar 0,95% per Juli 2026. Angkanya kembali meningkat per Agustus 2026 dengan nilai mencapai 2,12%.

Melihat kinerja tersebut, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) memproyeksikan industri dana pensiun pada akhir tahun dapat mencapai perolehan RoI lebih tinggi dibandingkan posisi per Agustus 2026.

Baca Juga: Laba Trust Finance Indonesia (TRUS) Turun Jadi Rp 10,36 Miliar per Kuartal III-2026

"Proyeksi RoI secara industri dana pensiun berkisar 4% hingga 5% lebih tinggi dari posisi Agustus 2026," ungkap Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi kepada Kontan, Senin (2/11).

Bambang menerangkan hal itu dipicu peluang yang bisa dioptimalkan industri dana pensiun. Dia bilang salah satunya peluang dari investor domestik yang besar mulai masuk pasar modal. Dengan demikian, berpotensi menaikkan nilai pasar wajar.

"Apabila momen tersebut dimanfaatkan, akan mendongkrak hasil usaha dan RoI dana pensiun," ujarnya.

Selain itu, Bambang menyebut dengan ditahannya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate di level 5,75% juga bisa dimanfaatkan dana pensiun untuk mendorong kinerja RoI. Dia bilang dengan BI Rate yang tinggi, tentu akan diikuti tingkat suku bunga deposito, sehingga dana pensiun berpotensi bisa memanfaatkan momen tersebut untuk memperbaiki hasil usaha dan RoI.

Namun, Bambang menyampaikan industri dana pensiun juga perlu mewaspadai tantangan yang bisa memengaruhi kinerja RoI, seperti menurunnya nilai wajar instrumen pasar modal.

Baca Juga: OJK Setujui Merger Tiga BPR ke BPR Arthaguna Mandiri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×