kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.903   49,00   0,29%
  • IDX 7.986   -118,24   -1,46%
  • KOMPAS100 1.122   -18,05   -1,58%
  • LQ45 818   -11,12   -1,34%
  • ISSI 280   -4,62   -1,62%
  • IDX30 428   -4,54   -1,05%
  • IDXHIDIV20 516   -4,87   -0,94%
  • IDX80 126   -1,71   -1,34%
  • IDXV30 139   -2,43   -1,72%
  • IDXQ30 139   -0,98   -0,70%

AFPI Proyeksikan Pembiayaan Fintech Lending Masih Bisa Tumbuh Tinggi pada 2026


Jumat, 06 Februari 2026 / 08:38 WIB
AFPI Proyeksikan Pembiayaan Fintech Lending Masih Bisa Tumbuh Tinggi pada 2026
ILUSTRASI. Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI Kuseryansyah (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memproyeksikan kinerja outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) masih bisa tumbuh tinggi pada 2026.

Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI Kuseryansyah menyebut hal itu dipicu beberapa faktor, termasuk masih tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan pindar.

"Apalagi pinjaman daring segmen yang dilayani itu unbanked dan segmen unbanked di Indonesia itu tinggi, termasuk orang-orang yang dalam kategori first jobber atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang baru. Jadi, kami meyakini bisa tetap tumbuh lebih tinggi," ungkapnya saat ditemui seusai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Tumbuh 25,44%, Pembiayaan Fintech Lending Capai Rp 96,62 Triliun per Akhir 2025

Selain itu, Kuseryansyah melihat pertumbuhan industri pindar bisa tumbuh di atas kredit nasional pada 2026. Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 10%-12% pada 2026. 

"Kami juga meyakini bisa tetap tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional yang ditargetkan sekitar 10% sampai 12%," tuturnya.

Lebih lanjut, Kuseryansyah tak memungkiri industri pindar juga akan dihadapi sejumlah tantangan pada 2026. Selain kondisi geopolitik, dia menyebut industri juga dihadapkan kondisi literasi masyarakat yang masih perlu ditingkatkan lagi mengenai layanan pindar.

Oleh karena itu, peningkatan literasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan. Kuseryansyah menyampaikan asosiasi beserta anggota masih akan terus berupaya meningkatkan literasi ke berbagai daerah pada 2026.

Baca Juga: Kembali Melambat, Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 0,61% per Akhir 2025

"Kami di asosiasi akan terus melakukan edukasi dan literasi. Kami sudah punya banyak sekali jadwal roadshow ke daerah-daerah. Harapannya dengan literasi tinggi, para pengguna muda bisa menggunakan platform pindar lebih tepat guna, rasional, dan tidak cuma untuk coba-coba," kata Kuseryansyah.

Sebagai informasi, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 96,62 triliun per Desember 2025. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,44% secara Year on Year (YoY)

Sementara itu, OJK mencatat tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Desember 2025 masih dalam kondisi terjaga dengan angka sebesar 4,32%. 

Selanjutnya: Dolar AS Bersiap Cetak Kinerja Mingguan Terkuat sejak November pada Jumat (6/2)

Menarik Dibaca: IHSG Ada Peluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Jumat (6/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×