kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Kinerja Industri Keuangan Solid, OJK Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh 10%-12% pada 2026


Jumat, 06 Februari 2026 / 05:30 WIB
Kinerja Industri Keuangan Solid, OJK Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh 10%-12% pada 2026
ILUSTRASI. OJK menargetkan pertumbuhan kredit 10-12% di 2026, lebih tinggi dari tahun lalu.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nampak optimistis akan pertumbuhan ekonomi tahun 2026. Setelah berhasil mencapai target tahun lalu, OJK memasang target yang cenderung lebih tinggi tahun ini. 

Sepanjang tahun 2025, OJK mencatat penyaluran kredit mencapai Rp 8.585,8 triliun, tumbuh 9,63% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dengan capaian itu, target pertumbuhan kredit 9%–10% yang dipasang untuk tahun buku 2025 tercapai. 

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut, hasil itu sejalan dan bahkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11% yoy pada 2025. Secara rinci, ia bilang kontribusi industri keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai Rp 9.840 triliun. 

Baca Juga: Premi Asuransi Energi Tumbuh Dobel Digit, AAUI Nilai Transisi EBT Jadi Peluang Besar

Capaian tersebut mendorong optimisme OJK memasang target pertumbuhan kredit lebih tinggi tahun ini, yakni di level 10%–12%. 

Friderica bilang target pertumbuhan yang cenderung lebih tinggi ini diambil di tengah berbagai tantangan dan peluang yang ada. 

“Dengan kebijakan yang kita ambil, kami optimistis jasa keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan pada tahun 2026,” kata Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK), Kamis (5/2/2026). 

Selain itu, Friderica juga membeberkan target-target lainnya. Untuk dana pihak ketiga (DPK), OJK menargetkan pertumbuhan di rentang 7–9%. 

Target pertumbuhan itu cenderung lebih rendah ketimbang realisasi penghimpunan DPK pada 2025 yang mencapai Rp 10.059,2 triliun, tumbuh 13,83% yoy.

Friderica memastikan kinerja industri perbankan juga masih solid hingga akhir tahun lalu. Dari sisi kecukupan modal, tercermin dari rasio CAR yang terjaga tinggi di level 25,89%, dan LDR di level 85,4%. 

Selanjutnya: BEI & KSEI Siapkan Reformasi Pasar Modal Usai Bertemu MSCI, Rampung April 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×