kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Agen asuransi masih jadi penopang industri asuransi


Jumat, 28 Agustus 2020 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Petugas keamanan berjaga di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indones (AAJI) Jakarta, Minggu (12/07). Keagenan masih menopang industri asuransi jiwa di Indonesia. Hal ini terlihat pada peningkatan jumlah agen setiap tahun.


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keagenan masih menopang industri asuransi jiwa di Indonesia. Hal ini terlihat pada peningkatan jumlah agen setiap tahun.

Pada kuartal pertama 2020, jumlah agen asuransi meningkat hampir 10% menjadi 650.443 orang. Lebih dari 90% bisnis asuransi merupakan kontribusi jalur distribusi keagenan.

“Dengan pertumbuhan rata-rata jumlah agen dalam tiga tahun terakhir sekitar 5%, kami optimistis jumlah agen akan terus meningkat dan lambat laun penetrasi asuransipun akan meningkat," kata Kepala Departemen Hubungan Internasional Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Nelly Husnayati, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (28/8).

Baca Juga: Gara-gara corona, premi asuransi jiwa diproyeksi turun sampai akhir tahun

Terlebih saat ini sudah semakin banyak anak muda atau generasi milenial yang mulai tertarik menjadi agen asuransi sebagai profesi yang sejajar dengan yang lain.

AAJI juga terus mengajak para agen asuransi untuk meningkatkan kapasitasnya dengan bergabung di MDRT Indonesia. Ini adalah wadah bagi para tenaga pemasar untuk dapat meningkatkan kemampuannya sebagai financial planner berskala internasional.

Ia bilang, pandemi Covid-19 telah menekan kinerja industri asuransi jiwa sepanjang kuartal pertama tahun ini. Namun, AAJI meyakini dengan adanya transisi PSBB, aktivitas ekonomi akan kembali bergerak.

“Dampak Covid memang ada penurunan dari sisi kemampuan membayar atau membeli produk dengan premi yang tinggi. Dari sisi positifnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi apalagi kesehatan makin meningkat," terangnya.

Dengan begitu, jumlah pembeli asuransi diklaim tetap banyak, tetapi nilainya kecil kareba daya beli menurun. Ini jadi keuntungan bagi agen asuransi jiwa untuk bisa lebih banyak menawarkan produk kepada masyarakat yang membutuhkan.

Apalagi, para agen asuransi jiwa telah diperbolehkan menjual produk secara online oleh AAJI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Begini kondisi industri keuangan non-bank hingga Juli 2020




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×