CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Akses masyarakat ke perbankan sangat rendah


Kamis, 22 Agustus 2013 / 11:34 WIB
ILUSTRASI. PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) merampungkan rights issue.


Reporter: Dea Chadiza Syafina

JAKARTA. Akses masyarakat terhadap perbankan di tanah air dinilai masih rendah. Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Darmin Nasution mengatakan, hal ini bisa terlihat dari rasio pemberian kredit terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Saat ini, rasio kredit terhadap PDB masyarakat Indonesia hanya sekitar 32%. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding negara satu kawasan seperti Malaysia dan Thailand yang sudah mencapai 110%.

Bahkan jika mengacu pada negara lain yang lebih maju seperti China, rasio kredit terhadap PDB negara itu telah menembus 140%. Darmin berharap, dengan upaya bank sentral yang ingin mewujudkan perbankan inklusif, maka akan meningkatkan rasio kredit terhadap PDB, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap perbankan di tanah air.

"Indonesia memiliki kelemahan ekonomi dalam akses dan kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan sektor jasa keuangan. Bukan hanya lemah tapi sangat lemah," kata Darmin di Jakarta, Kamis (22/8).

Menurutnya, masyarakat yang belum terkena akses ke perbankan ini terutama di berada di wilayah terisolir. Bagaimanapun juga, masyarakat Indonesia masih banyak yang berada di pelosok sehingga belum terjangkau perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×