kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.844   -56,00   -0,33%
  • IDX 8.011   75,56   0,95%
  • KOMPAS100 1.131   13,75   1,23%
  • LQ45 820   3,96   0,49%
  • ISSI 283   4,99   1,79%
  • IDX30 426   0,05   0,01%
  • IDXHIDIV20 512   -2,44   -0,47%
  • IDX80 126   1,19   0,95%
  • IDXV30 139   0,25   0,18%
  • IDXQ30 139   -0,41   -0,30%

Akses masyarakat ke perbankan sangat rendah


Kamis, 22 Agustus 2013 / 11:34 WIB
Akses masyarakat ke perbankan sangat rendah
ILUSTRASI. PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) merampungkan rights issue.


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Akses masyarakat terhadap perbankan di tanah air dinilai masih rendah. Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Darmin Nasution mengatakan, hal ini bisa terlihat dari rasio pemberian kredit terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Saat ini, rasio kredit terhadap PDB masyarakat Indonesia hanya sekitar 32%. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding negara satu kawasan seperti Malaysia dan Thailand yang sudah mencapai 110%.

Bahkan jika mengacu pada negara lain yang lebih maju seperti China, rasio kredit terhadap PDB negara itu telah menembus 140%. Darmin berharap, dengan upaya bank sentral yang ingin mewujudkan perbankan inklusif, maka akan meningkatkan rasio kredit terhadap PDB, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap perbankan di tanah air.

"Indonesia memiliki kelemahan ekonomi dalam akses dan kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan sektor jasa keuangan. Bukan hanya lemah tapi sangat lemah," kata Darmin di Jakarta, Kamis (22/8).

Menurutnya, masyarakat yang belum terkena akses ke perbankan ini terutama di berada di wilayah terisolir. Bagaimanapun juga, masyarakat Indonesia masih banyak yang berada di pelosok sehingga belum terjangkau perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×