kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.778   83,04   1,46%
  • KOMPAS100 750   15,15   2,06%
  • LQ45 569   11,95   2,15%
  • ISSI 200   1,48   0,75%
  • IDX30 322   6,73   2,13%
  • IDXHIDIV20 396   7,61   1,96%
  • IDX80 85   1,72   2,07%
  • IDXV30 108   1,48   1,40%
  • IDXQ30 104   1,77   1,74%

Aktivitas ekonomi menurun, kredit konsumsi perbankan terkontraksi


Selasa, 09 Februari 2021 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank swasta di jakarta, Senin (5/10). /pho KONTAN/Caarolus Agus Waluyo/05/10/2020.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Memasuki tahun 2021, Lani menyebut target kredit konsumer jauh lebih positif. KPR antara lain diprediksi bisa tumbuh pada kisaran 6%-8%. Sementara untuk KKB diproyeksi bisa tumbuh di atas 10%.

Hanya saja, untuk bisnis kartu kredit menurut Lani terkontraksi sekitar -8% tahun lalu. "Tahun ini, kami harapkan tumbuh lagi terutama mulai Semester II 2021," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (9/2). 

Adapun, produk yang bakal menjadi andalan perseroan yakni KPR. Strategi pendorong kredit konsumer perseroan yakni memaksimalkan cross selling hingga mempermudah proses pengajuan kredit. Sekaligus melanjutkan kerjasama dengan mitra usaha seperti pengembang, agen properti dan dealer otomotif.

"Promo tetap berjalan. Namun, tentu saja filter secara segmen kredit tetap kami terapkan," imbuhnya. 

Baca Juga: Ini rincian kinerja keuangan Bank BCA selama tahun 2020

Serupa, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pun masih mampu mencatatkan kinerja positif pada bisnis konsumer. Dalam Presentasi Perusahaan, kredit konsumer BNI tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp 89,87 triliun. Pertumbuhan terbesar terjadi pada payroll loan yang naik 14,1% yoy. 

Namun, beberapa produk seperti kartu kredit tercatat mengalami penurunan sebesar 9,3% yoy dari Rp 12,55 triliun menjadi Rp 11,64 triliun. Penyebabnya tentu akibat perlambatan aktivitas belanja masyarakat akibat pandemi Covid-19. 

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraeni memperkirakan perbaikan pada permintaan kredit di tahun ini, seiring dengan pemulihan ekonomi nasional. Untuk kredit konsumer, BNI masih melihat potensi pertumbuhan terutama untuk kredit berbasis rekening gaji (payroll) yang punya nasabah potensial cukup jumbo di BNI.

"Ke depan, BNI akan terus memantau perkembangan di pasar," ujarnya. 

Selanjutnya: Laba bank BCA turun 5% pada tahun lalu, ini penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×