kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bisnis Remitansi Perbankan Tetap Moncer, BSI Catat Lonjakan Transaksi 47%


Rabu, 17 Juni 2026 / 06:20 WIB
Bisnis Remitansi Perbankan Tetap Moncer, BSI Catat Lonjakan Transaksi 47%
ILUSTRASI. Layanan nasabah di Bank Syariah Indonesia (KONTAN/Baihaki)


Penulis: Christ Penthatesia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis remitansi perbankan masih menunjukkan pertumbuhan solid di tengah ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.

Tingginya kebutuhan transaksi lintas negara, baik untuk keperluan pekerja migran, bisnis, maupun individu, membuat layanan remitansi tetap menjadi salah satu sumber pendapatan berbasis komisi yang menjanjikan bagi perbankan.

Salah satu bank yang mencatatkan kinerja menonjol adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI. Hingga April 2026, volume transaksi remitansi BSI tumbuh 47% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 56 triliun.

Baca Juga: Bisnis Remitansi Perbankan Diproyeksi Terus Tumbuh Positif pada 2026

Sekretaris Perusahaan BSI Wisnu Sunandar mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh perluasan jaringan remitansi internasional yang terus dilakukan perseroan. 

Saat ini, layanan remitansi BSI telah menjangkau 15 negara melalui kerja sama dengan 29 mitra global.

"Ekspansi jaringan menjadi salah satu pendorong peningkatan transaksi remitansi di sejumlah negara, salah satunya mitra-mitra remitansi di Asia," ujar Wisnu.

Saat ini, layanan BSI Remittance telah tersedia di Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Indonesia, serta koridor baru di Turki dan Oman. 

Jaringan yang semakin luas, ditopang layanan digital yang terhubung dengan berbagai e-channel, diyakini akan memperkuat pertumbuhan bisnis remitansi sekaligus menopang pendapatan komisi bank.

Baca Juga: Perbankan Genjot Bisnis Remitansi untuk Topang Pendapatan Komisi

Tren serupa juga terjadi di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan layanan remitansi BCA terus mencatatkan pertumbuhan positif dan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan nonbunga perseroan.

Hingga Maret 2026, pendapatan selain bunga BCA naik 14,2% yoy menjadi Rp6,6 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh pendapatan fee dan komisi yang juga tumbuh 14,2% menjadi Rp5,5 triliun.

"Pencapaian tersebut sejalan dengan komitmen BCA untuk senantiasa menghadirkan solusi layanan keuangan terbaik guna memenuhi kebutuhan nasabah di berbagai segmen," kata Hera.

BCA saat ini melayani transaksi remitansi dalam lebih dari 100 mata uang asing, termasuk 18 mata uang utama dunia. Pertumbuhan transaksi tercatat terjadi di berbagai kanal digital bank. 

Selain itu, fitur Poket Valas pada aplikasi myBCA turut mendukung kebutuhan nasabah dalam mengelola valuta asing, mulai dari pengisian saldo, pengiriman, penerimaan hingga penarikan dana.

Baca Juga: BSI Catat Jumlah Pengguna BSI Hasanah Card Capai Lebih dari 400.000 pada 2025

Dengan semakin luasnya jaringan internasional dan meningkatnya pemanfaatan layanan digital, perbankan optimistis bisnis remitansi akan terus bertumbuh hingga akhir tahun. 

Selain memperkuat layanan bagi nasabah, bisnis ini juga menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan pendapatan berbasis komisi di tengah dinamika ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×