Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) mencermati persaingan industri perbankan yang semakin ketat dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK), terutama setelah kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,5%.
Merespons kenaikan BI Rate, Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Kepatuhan OK Bank, Efdinal Alamsyah, mengatakan, banknya akan turut menyesuaikan strategi pendanaan.
Dengan ketatnya persaingan DPK, Efdinal memastikan OK Bank akan menjaga basis dana dari nasabah eksisting. Ia pun bilang, banknya turut mempertimbangkan untuk meningkatkan bunga simpanan menyusul kenaikan BI Rate.
Baca Juga: Bank Besar Respons Kenaikan BI Rate Jadi 5,25%, Fokus Perkuat Likuiditas dan Kredit
Jika dilihat dari laporan keuangannya hingga April 2026, total DPK OK Bank mencapai Rp 8,93 triliun atau naik 30,71% yoy. Pendanaan OK Bank didominasi oleh produk deposito mencapai 78,84% dari total DPK.
"OK Bank akan merespons kenaikan BI Rate secara selektif melalui penawaran produk yang kompetitif, penguatan hubungan dengan nasabah, serta optimalisasi basis dana yang ada," ucapnya saat dihubungi akhir pekan lalu.
Adapun Efdinal memastikan, OK Bank akan tetap menjaga keseimbangan antara pendanaan dengan kebutuhan likuiditas.
Selain itu, OK Bank juga akan mengatur tingkat penyaluran kredit agar sejalan dengan pertumbuhan pendanaan.
Dengan begitu, kenaikan BI Rate diharapkan tidak terlalu memberatkan biaya dana (cost of fund/cof) OK Bank.
Baca Juga: Kenaikan BI Rate Akan Berdampak Pada Bunga Kredit Baru dan Floating di Perbankan
"Bank juga menjaga kondisi likuiditas melalui pengelolaan aset dan liabilitas yang prudent dan pengelolaan pertumbuhan kredit yang sejalan dengan kemampuan pendanaan," kata Efdinal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













