Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kawasan Asia diperkirakan masih menjadi penggerak utama pertumbuhan industri asuransi global dalam beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan laporan Allianz Research dalam Allianz Global Insurance Report 2026, premi asuransi di kawasan Asia kembali menunjukkan pertumbuhan yang solid pada 2025.
Pada segmen asuransi jiwa, kenaikan premi mencapai 9,9% seiring dengan tingginya pertumbuhan di Tiongkok yang mencapai 11,4%.
Menurut mereka, tingginya tingkat tabungan masyarakat, penuaan populasi, dan sistem pensiun publik yang belum optimal menjadi faktor penopang permintaan asuransi jiwa di Asia.
Baca Juga: Avrist Perluas Dampak Positif Lewat Solusi Perlindungan
Perkiraannya, hingga tahun 2036 nanti separuh tambahan premi asuransi global akan berasal dari Asia. Adapun pada 2025, menurut Allianz Research premi asuransi jiwa global tubuh sebesar 6,9%.
Country Manager dan Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz mengatakan, prospek pertumbuhan tersebut juga mencerminkan peluang yang masih besar bagi negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia untuk memperluas perlindungan asuransi.
"Dengan tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan untuk memperluas proteksi bagi lebih banyak masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/26).
Tingkat penetrasi asuransi kesehatan masih berada di bawah 1% di hampir seluruh negara di Asia.
Baca Juga: Zurich Syariah Optimistis Terbuka Peluang Pertumbuhan Bisnis pada 2026
Dengan tingkat penetrasi yang masih relatif rendah di banyak negara Asia, kawasan ini diperkirakan akan terus menjadi kontributor utama pertumbuhan industri asuransi global dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












