kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.015   34,00   0,19%
  • IDX 5.878   2,40   0,04%
  • KOMPAS100 764   -1,13   -0,15%
  • LQ45 580   -1,38   -0,24%
  • ISSI 204   0,13   0,06%
  • IDX30 329   -0,49   -0,15%
  • IDXHIDIV20 405   -0,79   -0,19%
  • IDX80 87   -0,18   -0,21%
  • IDXV30 110   -0,50   -0,46%
  • IDXQ30 106   -0,34   -0,32%

DPLK Sinarmas AM Memproyeksi Pangsa Pasar Dana Pensiun Masih Besar


Senin, 06 Juli 2026 / 13:38 WIB
DPLK Sinarmas AM Memproyeksi Pangsa Pasar Dana Pensiun Masih Besar
ILUSTRASI. Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) memperkirakan pangsa pasar dana pensiun masih besar. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) memperkirakan pangsa pasar dana pensiun masih besar dan memiliki prospek menjanjikan ke depannya.

Ketua Dewan Pengawas DPLK SAM Syarifudin Yunus menyampaikan hal itu terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki program dana pensiun, khususnya sektor informal. 

"Berdasarkan data saat ini, 152 juta pekerja di Indonesia, 60%-nya ada di sektor informal, berarti 90 juta orang. Namun, peserta dana pensiun masih sedikit. Jadi, kalau bicara proyeksi, tentu bicara soal penetrasi dan potensinya sangat besar," ujarnya saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: DPLK Sinarmas AM Beberkan Tantangan yang Dihadapi Dalam Proses Pendirian

Asal tahu saja, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah peserta dana pensiun gabungan mencapai 30,11 juta peserta per April 2026. Meski memiliki prospek cerah, Syarifudin menerangkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai dana pensiun menjadi tantangan untuk menambah jumlah peserta.

"Orang masih tidak sadar harus mempersiapkan masa pensiun atau hari tuanya. Bahkan, keluar juga riset-riset yang menyatakan pensiunan Indonesia jatuh miskin di hari tua," tuturnya.

Oleh karena itu, Syarifudin mengatakan diperlukan adanya edukasi yang optimal mengenai manfaat dana pensiun, khususnya bagi anak muda saat ini. 

Selain itu, dia bilang perlu adanya kemudahan akses bagi masyarakat untuk menjangkau layanan dana pensiun, seperti lewat digitalisasi. Hal itu juga yang menjadi alasan DPLK SAM berfokus menggaet peserta lewat aplikasi SimPensiun.

Baca Juga: DPLK Sinarmas AM Targetkan Dana Kelolaan Sebesar Rp 150 Miliar pada 2026

"Gen Z sekarang populasi paling besar di Indonesia. Mudah-mudahan dengan adanya SimPensiun bisa terbukti bahwa Gen Z menabung buat hari tuanya," ungkapnya.

Senada, Ketua Pengurus DPLK SAM Stephanus Rudi Ok menyampaikan pangsa pasar dana pensiun masih besar, termasuk sektor pekerja informal. Oleh karena itu, dia bilang selain anak muda, sektor informal juga menjadi segmen yang disasar DPLK SAM.

"Diharapkan dengan aplikasi yang disiapkan kami dan strategi investasi kami, akan memudahkan pekerja sektor informal untuk memiliki akses sebagai peserta dana pensiun," ucapnya.

Sementara itu, DPLK SAM menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 150 miliar pada 2026, kemudian Rp 220 miliar pada 2027, lalu target dana kelolaan mencapai Rp 324 miliar pada 2028.

Adapun DPLK SAM menargetkan menyerap 20.000 peserta pada 2028. Untuk tahun ini, DPLK SAM menargetkan sebanyak 15.000 peserta. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×