Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, Return on Investment (RoI) dana pensiun (dapen) konvensional meningkat secara bulanan dari 0,02% per Maret 2026, menjadi 0,55% per April 2026.
Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menyampaikan ada sejumlah faktor penyebab meningkatnya RoI industri per April 2026.
Staf Ahli ADPI, Bambang Sri Mulyadi, mengatakan salah satu faktornya adalah adanya tambahan portofolio deposito berjangka dari iuran dana baru dan pencairan investasi dari fixed income yang dialihkan ke deposito.
Baca Juga: Penerimaan Iuran Dana Pensiun Konvensional Naik 9,82% per Maret 2026
"Selain itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbilang lebih baik pada April 2026, dibandingkan posisi Maret 2026," ujarnya kepada Kontan, Senin (6/7).
Asal tahu saja, kinerja IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 1,30% secara bulanan per April 2026. Namun, penurunannya lebih baik dibandingkan posisi selama Maret 2026 yang turun sebesar 5,91% secara bulanan.
Bambang menambahkan, faktor lain yang memengaruhi RoI industri, yakni adanya pelemahan nilai tukar Rupiah dan ada beberapa dana pensiun yang melakukan switching alokasi investasi dari instrumen pasar modal ke pasar uang.
Lebih lanjut, Bambang memperkirakan industri akan kesulitan dalam meningkatkan RoI hingga akhir tahun ini. Bahkan, dia bilang RoI industri kemungkinan akan berkutat di level 0,5% saja hingga akhir tahun.
Namun, Bambang menyebut peluang untuk meningkatkan RoI masih terbuka ke depannya.
Baca Juga: RoI Dana Pensiun Turun Jadi 0,02% per Maret 2026, OJK Beberkan Penyebabnya
Dengan catatan, industri dana pensiun berani untuk mengalokasikan investasi di instrumen saham dengan pendekatan yang agresif.
"Berpeluang jika dana pensiun ada yang berani investasi saham secara agresif dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham untuk beli dan jual kembali. Namun, risikonya cukup tinggi," ujar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














