Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pamor Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di dana pensiun (dapen) konvensional makin meningkat. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penempatan dapen di SRBI sebesar Rp 10,90 triliun per Juni 2025, pamornya sempat turun ke level Rp 3,29 triliun per akhir 2025. Namun, kembali naik drastis menjadi Rp 17,40 triliun per Juni 2026.
Mengenai hal itu, Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti (DPPK PPIP) menilai peningkatan minat dapen dalam menempatan investasi di SRBI didorong sejumlah faktor. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menerangkan hal itu dipicu kombinasi antara faktor imbal hasil yang sangat menarik dan tingkat risiko yang terukur.
Dia bilang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) turut mendorong imbal hasil SRBI. Dengan demikian, SRBI menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan instrumen pasar uang konvensional lainnya.
Baca Juga: Ini Strategi Dapen BCA Jaga Keberlanjutan Pembayaran Manfaat Peserta
"Bagi dana pensiun, kondisi itu menjadi momentum taktis yang sangat baik untuk mengoptimalkan pendapatan investasi jangka pendek tanpa harus mengorbankan kualitas aset maupun fleksibilitas likuiditas portofolio," ucap Budi kepada Kontan, Selasa (18/8/2026).
Sejalan dengan strategi pengelolaan portofolio yang aktif dan terukur, Budi mengatakan Dana Pensiun BCA juga memanfaatkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia. Per Juli 2026, dia menyebut porsi penempatan Dapen BCA di instrumen SRBI tercatat sebesar 15,6% dari total portofolio investasi.
Mengenai potensi penambahan alokasi di tengah kondisi suku bunga acuan saat ini yang berada di level 5,75%, Budi mengatakan hal tersebut akan sangat bergantung pada kebutuhan pengelolaan likuiditas internal dan evaluasi atas profil kecukupan kewajiban pembayaran manfaat pensiun.
"Oleh karena itu, kami akan tetap mengedepankan fleksibilitas dan prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan penempatan," ujar Budi.
Baca Juga: Dapen BCA Siap Ikuti Aturan usai OJK Ubah Mekanisme Pembayaran Manfaat Pensiun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
