kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Ini Strategi Dapen BCA Jaga Keberlanjutan Pembayaran Manfaat Peserta


Selasa, 14 Juli 2026 / 18:48 WIB
Ini Strategi Dapen BCA Jaga Keberlanjutan Pembayaran Manfaat Peserta
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti (DPPK PPIP) menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga keberlanjutan pembayaran manfaat kepada para peserta.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan strategi dalam menjaga keberlanjutan pembayaran adalah menerapkan pengelolaan aset dan kewajiban secara terukur, serta menerapkan prinsip kehati-hatian. 

Baca Juga: LKM BKD Kabupaten Pekalongan Ungkap Kendala yang Dihadapi untuk Menjadi Peserta SLIK

"Kami menjaga porsi investasi yang seimbang pada instrumen yang aman dan mudah dicairkan, seperti Surat Berharga Negara dan instrument pasar uang," ungkapnya kepada Kontan, 

Budi menerangkan menjaga porsi investasi pada instrumen yang mudah dicairkan bertujuan untuk memastikan ketersediaan dana selalu siap guna membayar manfaat pensiun peserta secara tepat waktu.

Lebih lanjut, Budi sempat menyampaikan ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlanjutan pembayaran manfaat. Dia menyebut tantangan utama yang dihadapi, antara lain dinamika pergerakan suku bunga dan yield pasar yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami perubahan arah, seiring dengan perkembangan kondisi global, termasuk faktor geopolitik. 

"Kondisi itu memengaruhi kinerja portofolio investasi, baik dari sisi imbal hasil maupun nilai wajar. Dengan demikian, pengelolaan investasi perlu dilakukan secara lebih adaptif untuk menjaga stabilitas hasil," tuturnya.

Budi mengatakan peningkatan jumlah peserta yang memasuki masa pensiun juga berdampak pada kebutuhan likuiditas yang lebih besar. Risiko peserta yang hidup lebih lama dari ekspektasi turut menjadi perhatian, khususnya bagi peserta yang memilih skema pembayaran berkala. 

Hingga Semester I-2026, Budi mengungkapkan pembayaran manfaat pensiun di Dapen BCA tercatat sebesar Rp 455 miliar. Nilainya naik sebesar 13%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Baca Juga: Revisi RBB, Bank Danamon (BDMN) Tetap Targetkan Kredit Tumbuh 10%-15%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×