Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech P2P Lending, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) berkolaborasi dengan PT BPR Bank Jepara Artha (Perseroda) atau BPR BJA untuk melakukan penyaluran pendanaan diawali dengan permodalan sebesar Rp 100 miliar.
Penyaluran pendanaan ini akan menargetkan perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Tengah mulai dari sektor perdagangan hingga industri rumah tangga, dengan pola kredit channeling.
Hadi Wenas, Chief Commercial Officer Amartha pun menyampaikan bahwa selama ini Amartha memang gencar menjalin kolaborasi dengan sektor perbankan salah satunya yakni Bank Perkreditan Rakyat. Harapannya untuk dapat mengakselerasi penyaluran permodalan bagi jutaan perempuan di Indonesia.
“Kolaborasi dengan BPR BJA ini menjadi kolaborasi dengan BPR di Jateng yang pertama bagi Amartha. Harapannya, semoga sinergi ini dapat menjadi penggerak bagi institusi lain untuk bersama-sama memberikan akses permodalan melalui fintech Amartha,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (1/4).
Baca Juga: Esta Dana Ventura Jalin Kerjasama dengan 17 BPR untuk Dukung UMKM
BPR BJA saat ini melayani lebih dari 50 ribu nasabah di wilayah kabupaten Jepara. Sepanjang tahun 2021, BPR BJA telah menyalurkan kredit lebih dari Rp 369 miliar dan turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Jepara.
Direktur Utama BPR BJA Jhendik Handoko menyampaikan pihaknya memilih Amartha sebagai mitra untuk menyalurkan permodalan karena dinilai sudah berpengalaman dalam menyalurkan permodalan bagi jutaan UMKM dengan bantuan teknologi.
“Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kami, karena kami sebagai bank, berkesempatan untuk memperluas jangkauan ke masyarakat tanpa harus mengembangkan teknologi sendiri, dan turut mendukung pertumbuhan UMKM di wilayah Jateng,”ungkapnya.
Sebagai informasi, Amartha telah mencatatkan performa yang positif di wilayah Jawa Tengah di mana total penyaluran sepanjang 2021 mencapai Rp 254 miliar rupiah atau meningkat 62% dibandingkan tahun 2020. Dana tersebut berhasil disalurkan kepada lebih dari 70 ribu perempuan pengusaha mikro yang mayoritas berada di sektor perdagangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













