kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.811   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.121   88,78   1,11%
  • KOMPAS100 1.145   13,64   1,21%
  • LQ45 828   7,00   0,85%
  • ISSI 288   4,55   1,61%
  • IDX30 430   3,65   0,86%
  • IDXHIDIV20 516   3,13   0,61%
  • IDX80 128   1,34   1,06%
  • IDXV30 140   1,13   0,81%
  • IDXQ30 140   0,86   0,62%

Antisipasi NPL, BNI jaga rasio pencadangan 153%


Kamis, 08 September 2016 / 20:51 WIB
Antisipasi NPL, BNI jaga rasio pencadangan 153%


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memprediksi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada semester II 2016 masih akan naik. Salah satunya disebabkan beberapa debitur sektor migas.

Untuk mengantisipasi itu, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mematok rasio pencadangan pada semester II 2016 di kisaran 140% sampai 153%. Hal ini untuk menjaga NPL agar tidak terlalu tinggi pada semester II 2016.

“Restrukturisasi yang dilakukan terakhir ada keberhasilan, namun keberhasilannya memunculkan lagi NPL, saya belum bisa menurunkan seperti sebelumnya yaitu kelevel  2,2%,” ujar Baiquni, Kamis (8/9).

Terkait dengan hapus buku, Baiquni mengatakan diusahakan tidak lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Untuk pencadangan, walaupun rasionya naik, namun jumlahnya diusahakan tidak lebih tinggi.

Sebagai informasi, sampai Juli 2016 tercatat pencadangan bank berkode BBNI ini adalah sebesar Rp 15,2 triliun atau naik 33% yoy. Beberapa sektor yang menurut Baiquni akan banyak dilakukan restrukturisasi adalah di bisnis migas.

Sebagai informasi, sampai Juni 2016, tercatat sektor yang menyebabkan NPL BNI naik adalah dari konsumer, sektor menengah dan kecil, yaitu masing-masing 5,2%, 5,1% dan 4,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×