kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Asbanda: Sebanyak Rp 35,94 triliun kredit bank daerah terimbas Covid-19


Selasa, 28 April 2020 / 13:51 WIB
ILUSTRASI. Booth Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA). KONTAN/Baihaki/17/3/2016


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) mencatat hingga kini ada Rp 35,94 triliun kredit yang berasal dari 139.028 debitur bank daerah terimbas Covid-19.

“Data tersebut merupakan nilai agregat yang kami terima dari 27 BPD, jika dibandingkan total kredit bank daerah kini senilai Rp 458 triliun, itu setara 7%,” kata Ketua Asbanda Supriyatno dalam paparan secara virtual, Selasa (28/4).

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Wabah Corona, Perbankan Berburu Modal Tambahan

Mengingat mayoritas bank daerah kini masih berada di kelas bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2, Supriyatno mengimbau agar bank daerah dapat secara selektif memberikan restrukturisasi kepada debitur terimbas Covid-19.

Alasannya, selain untuk menghindari penyalahgunaan, modal bank daerah di kelas BUKU 2, apalagi BUKU 1 rawan terdisrupsi.

“Modal BUKU 2, dan BUKU 1 terbatas. Katakanlah setengah debitur terimbas dapat restrukturisasi atau 3,5% dari total kredit BPD. Ini bisa diatasi jika Covid-19 membaik dalam 2-3 bulan. Kalau sudah sampai enam bulan ini pasti akan parah,” sambungnya.

Supriyatno menaksir, bank daerah bakal mengalami kesulitan aspek permodalan jika total kredit yang terimbas Covid-19 mencapai lebih dari 5%.

Baca Juga: Di tengah pandemi, biaya dana perbankan malah diproyeksi menurun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×