kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.728   60,00   0,34%
  • IDX 6.115   20,09   0,33%
  • KOMPAS100 806   0,96   0,12%
  • LQ45 616   -0,60   -0,10%
  • ISSI 215   1,13   0,53%
  • IDX30 352   -0,17   -0,05%
  • IDXHIDIV20 436   -3,46   -0,79%
  • IDX80 93   0,03   0,03%
  • IDXV30 121   -0,35   -0,29%
  • IDXQ30 114   -1,05   -0,91%

Raup Laba Rp 8 Miliar Kuartal I-2026, Bank Sampoerna Fokus Genjot UMKM


Jumat, 22 Mei 2026 / 10:12 WIB
Raup Laba Rp 8 Miliar Kuartal I-2026, Bank Sampoerna Fokus Genjot UMKM
ILUSTRASI. Laba bersih Bank Sampoerna meroket 67,9% di Q1 2026. (DOK/Bank Sampoerna)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) melanjutkan fokus penyaluran pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah penguatan dana pihak ketiga (DPK) dan layanan digital perseroan.

Hingga akhir Maret 2026, laba bersih Bank Sampoerna mencapai Rp 8 miliar, tumbuh 67,9% secara tahunan (year on year/YoY). Dari segi intermediasi, porsi pembiayaan UMKM Bank Sampoerna mencapai 59% dari total portofolio kredit sebesar Rp 11 triliun. Di sisi pendanaan, DPK tercatat sebesar Rp 15 triliun.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan, pertumbuhan penghimpunan dana menjadi salah satu penopang ekspansi bisnis bank, terutama untuk mendukung pembiayaan UMKM.

Ia menjelaskan, peningkatan DPK turut didorong pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA). Per akhir Maret 2026, giro perusahaan tercatat Rp 2,01 triliun, naik dari Rp 1,34 triliun pada periode sama tahun lalu. Sementara tabungan meningkat menjadi Rp 1,43 triliun dari Rp 1,31 triliun.

Baca Juga: Bank Sampoerna Soroti Risiko Nasabah Menggadaikan Barang Hasil Kredit 

“Pertumbuhan bisnis tetap menjadi fokus Bank Sampoerna dalam menghadapi dinamika industri perbankan. Karena itu, efisiensi operasional dan pengelolaan risiko yang disiplin terus kami jaga untuk memperkuat fundamental bank,” ujar Henky dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (22/5/2026).

Secara keseluruhan, CASA tumbuh sekitar 29,6% secara tahunan atau year on year (YoY). Di saat bersamaan, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) membaik menjadi 96,33% per akhir Maret 2026, dibandingkan 97,26% pada periode sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, rasio kredit bermasalah bersih (non-performing loan/NPL) net terjaga di level 2,70%. Sementara rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat 30,03% dan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 73,27%, dengan total aset mencapai Rp 19,5 triliun.

Baca Juga: Bank Sampoerna Terus Dorong Pertumbuhan Agen untuk Jangkau Segmen Unbanked 

Bank Sampoerna juga memperkuat layanan digital melalui skema Bank as a Service (BaaS). CEO Bank Sampoerna Ali Yong mengatakan, hingga kuartal I-2026 layanan BaaS telah mencatat lebih dari 495 juta transaksi dengan volume transaksi mencapai Rp 98 triliun.

“Pertumbuhan ini menjadi bukti kuat kolaborasi yang erat antara Bank Sampoerna dan lebih dari 50 fintech, perusahaan multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya,” kata Ali.

Selain itu, bank juga melanjutkan program literasi dan inklusi keuangan melalui SampoernaFest serta memperbarui tampilan dan fitur aplikasi Sampoerna Mobile Banking (SMB), termasuk layanan top up e-wallet, pembayaran QRIS, dan pembukaan deposito online.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×