kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

BTN Belum Naikkan Bunga KPR Meski BI Rate Naik 50 Bps, Ini Alasannya Kata Bos BTN


Jumat, 22 Mei 2026 / 13:58 WIB
BTN Belum Naikkan Bunga KPR Meski BI Rate Naik 50 Bps, Ini Alasannya Kata Bos BTN
ILUSTRASI. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (KONTAN/Vatrischa Putri)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) belum melakukan penyesuaian bunga seiring kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia BI Rate. Toh, kenaikan BI Rate rupanya sudah diantisipasi bank sejak awal tahun. 

Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menyebut, pada dasarnya kenaikan BI Rate sudah dalam prediksi bank. “Itu wajar. Untuk mengendalikan nilai tukar salah satu caranya adalah memang menaikkan suku bunga. Kami paham itu,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/5/2026). 

Namun, ia mengaku pihaknya belum mulai melakukan kalkulasi dampak kenaikan BI Rate ke suku bunga kredit. Yang pasti, untuk saat ini BTN belum melakukan penyesuaian untuk itu. “Belum ada adjustment bunga, tidak usah khawatir,” kata Nixon. 

Baca Juga: BSI Resmikan Naming Right di LRT Dukuh Atas untuk Dorong Pertumbuhan Nasabah

Saat ini, Nixon bilang pihaknya masih meninjau dampak kenaikan BI Rate ini terhadap sisi pendanaan bank, dalam hal ini deposito. Namun begitu, ia memastikan dampak terhadap bunga deposito juga tak bakal langsung terasa karena ada penyesuaian dengan jatuh tempo. 

Transmisi dalam Tiga Bulan 

Pada umumnya, lanjut Nixon, transmisi perubahan suku bunga acuan ke suku bunga perbankan bakal terjadi dalam tiga bulan. Namun begitu, ia menegaskan transmisi ke suku bunga kredit relatif lebih lambat. 

Terlebih, portofolio BTN didominasi oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang memiliki suku bunga tetap alias fixed rate. 

“Dan di BTN itu (kreditnya) kontraktual. Misal bunga promo naik sampai tiga tahun, itu fix, setelah itu naiknya seberapa besar sudah ditentukan. Jadi kontraknya lebih pasti kalau di KPR,” jelas Nixon. 

Nixon juga bilang pihaknya sebenarnya sudah memasang proyeksi kenaikan suku bunga dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), yakni sebesar 25 bps. Dus meski BI Rate dinaikkan 50 bps, transmisinya diperkirakan sebesar 25 bps hingga akhir tahun dan masih sesuai kalkulasi target kinerja bank. 

Untuk diketahui, BI memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (20/5/2026) lalu. Ini merupakan kenaikan BI Rate pertama sejak awal tahun lalu. 

Baca Juga: OJK Pastikan Fundamental Perbankan Kuat di Tengah Volatilitas Pasar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×